Whatsap Saya

Jawatan Kosong Kerajaan & Swasta Terkini 2020

koleksi kitab

Tuesday, December 8, 2020

PEMIMPIN YANG MEMBAWA AZAB

PEMIMPIN YANG MEMBAWA AZAB!

Syaikul Islam Imam al Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin pernah memberikan nasihat tentang cara berinteraksi dengan pemimpin yang zalim.
"Jangan bergaul dengan para pemimpin dan pembesar yang zalim, bahkan jangan menemuinya. Berjumpa dan bergaul dengan mereka hanya membawa petaka. Dan sekiranya kamu terpaksa bertemu, jangan memuji-muji mereka, kerana Allah sangat murka ketika orang fasik dan zalim dipuji. Dan barangsiapa mendoakan mereka panjang umur, maka sesungguhnya dia suka agar Allah didurhakai di muka bumi. "

Tidak hanya tentang pertemuan, bahkan Imam al Ghazail mengeluarkan larangan menerima pemberian dari penguasa yang zalim.

"Jangan menerima apa-apa pemberian dari golongan pembesar, meski kamu tahu pemberian itu berpunca dari yang halal. Sebab, sikap tamak mereka akan merosakkan agama. Pemberian itu akan menimbulkan rasa simpati (jika diterima). Lalu kamu akan mula menjaga kepentingannya mereka dan berdiam diri atas kezaliman yang mereka lakukan. Dan itu semua telah merosakkan agama. "

Peringatan susulan juga diungkapkan. Sekecil-kecilnya mudharat ketika seseorang menerima hadiah dari penguasa adalah, akan muncul rasa sayang terhadap mereka. "Seterusnya kami akan mendoakan mereka kekal dan lama di atas kedudukannya. Mengharapkan orang yang zalim lama berkuasa sama seperti mengharapkan kezaliman berpanjangan atas hamba-hamba Allah dan alam akan musnah binasa. "

Jika sudah demikian, Imam al Ghazali mengajukan soalan yang luar biasa menyeramkan. "Apalagi yang lebih buruk dibanding dengan kerosakan agama?"
Setiap penguasa, selalu mempunyai kemungkinan untuk berbuat zalim, kecuali penguasa yang beriman kepada Allah, berteman dan dikeliling orang-orang yang beriman pula. Mereka saling mengingatkan dan memberi nasihat, hanya demi kebaikan, dan bukan untuk kepentingan.

Tapi ketika seorang penguasa dikelilingi orang-orang yang busuk dan jahat, maka kezaliman hanya tinggal menunggu masa untuk dirasakan. Dan ketika semua itu terjadi, kerosakan akan bermaharajalela, kehancuran di depan mata, menggelincirkan manusia dari jalan kebenaran dan menjadikan kesesatan sebagai panutan. Kerana itu, pemimpin yang zalim masuk menjadi salah satu golongan yang paling dibenci oleh Allah SWT.

Rasulullah bersabda, "Ada empat golongan yang paling Allah benci. Peniaga yang banyak bersumpah, orang fakir yang sombong, orang tua yang berzina, dan seorang pemimpin (penguasa) yang zalim." (HR. An-Nasai)

Bahkan, Rasulullah memberikan penegasan sanksi atas para pemimpin yang zalim. Dalam Shahih Bukhari Muslim disebutkan, Rasulullah bersabda, "Tidaklah ada seseorang hamba yang Allah beri kepercayaan untuk memimpin, kemudian pada saat matinya dia berada dalam (keadaan) melakukan penipuan terhadap rakyatnya, kecuali akan diharamkan atasnya untuk masuk syurga."
Alangkah ruginya para pemimpin seperti ini. Dan alangkah malangnya umat dan rakyat yang mendapat pemimpin seperti ini. Ketika seorang pemimpin zalim berkuasa, maka yang bertanggung jawab bukan hanya para pelaku kekuasaan; raja, maharaja, presiden bahkan gabenor dan kepala desa. Umat dan rakyat pun akan bertanggung jawab memikul beban penguasa yang zalim.

Ibnu Taimiyyah dalam karyanya Siyasah Syari'iyah mengutip sebuah hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. "Barangsiapa yang mengangkat seseorang (pemimpin) untuk mengurusi perkara kaum Muslimin sementara dia mendapati ada seseorang yang lebih layak daripada orang yang diangkatnya, maka dia telah berkhianat pada Allah SWT dan Rasul-Nya."

Dalam hadis lain yang diriwayatkan dari sahabat Jabir ra, Rasulullah juga menegaskan bahawa mereka yeng memilih pemimpin dengan pamrih duniawi maka Allah tidak akan menyapa orang-orang seperti ini di akhirat nanti.

"Ada tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak dilihat dan tidak akan disucikan, dan bagi mereka azab yang pedih. Mereka adalah; Orang yang mempunyai kelebihan air di padang pasir namun tidak mau memberikannya kepada orang yang berada di tengah perjalanan; orang yang menawarkan barang dagangan kepada orang lain setelah Ashar, lalu ia bersumpah dengan nama Allah bahawa ia telah membelinya sekian dan sekian sehingga lawannya mempercayainya, padahal sebenarnya tidaklah demikian; dan seseorang yang mengikrarkan kepatuhannya kecuali untuk kepentingan dunia (harta), bila sang pemimpin memberinya ia akan patuh dan bila tidak memberinya ia tidak akan mematuhinya. "

Jauh-jauh hari, sesungguhnya Allah telah melakukan perlindungan agar kita tidak mempunyai kecenderungan hati pada orang-orang yang zalim. Sebab, kecenderungan itu akan mengantarkan kita pada azab yang pedih.
"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan." (QS Hud [11]: 113)

Sungguh, seorang pemimpin sejatinya adalah sebuah perisai yang melindungi rakyatnya. Seperti sabda Rasulullah, "Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya. "(HR Muslim)
Pemimpin dan yang dipimpin adalah mata rantai yang tidak boleh dipisahkan. Pemimpin lahir dari dan terpilih oleh orang-orang yang akan dipimpin. Ketika seorang pemimpin bersalah, maka bersalah pula mereka yang memilihnya. Ketika seorang pemimpin berbuat zalim, maka mereka yang memilih juga akan menanggung akibatnya.

Sungguh bukan pekerjaan ringan untuk menjaga dan menghalang-halangi para pemimpin agar tidak berbuat zalim. Orang-orang yang dipimpin harus menjaga para pemimpin dengan cara memastikan bahawa ketua negara melakukan kewajiban-kewajiban besarnya. Kewajiban pemimpin negara adalah menegakkan keadilan, memberantas kezaliman, melaksanakan undang-undang syariat, dan bahkan kewajiban personal untuk tidak melakukan maksiat.
Umar bin Khattab ra lebih tegas lagi mengatakan, tugas seorang pemimpin adalah menjaga agama. "Pemimpin di angkat untuk menegakkan agama Allah," kata Umar bin Khattab.

Jika kita mampu menjaga para pemimpin yang terpilih, menjadi para pemimpin yang menegakkan agama Allah, menjaga akidah umatnya, memberantas kezaliman dan melaksanakan syariat, sungguh negeri ini ibarat potongan syurga di dunia. Apalagi Rasulullah bersabda bahawa menasihati para pemimpin untuk taat pada Allah, adalah salah satu perilaku yang mengundang ridha-Nya. "Sesungguhnya Allah redha terhadap tiga perkara dan membenci tiga perkara. Dia rela apabila kalian menyembah-Nya, berpegang tegug pada tali-Nya dan menasihati para pemimpin. Dan Allah membenci pembicaraan sia-sia, menghambur-hamburkan harta dan banyak bertanya. "

Ada beberapa perkara yang membuat pemimpin tergelincir pada perilaku zalim. Yang paling berbahaya adalah, ketika seorang pemimpin menuruti hawa nafsu dan mengejar kesenangan dunia. Kemudian, kolusi dan nepotisme yang tidak sesuai dengan peraturan kebenaran. Para penasihat yang buruk dan teman yang jahil, juga mampu menggelincirkan para pemimpin. Jika orang-orang yang lemah dan kaum kuffar dijadikan sebagai pembantu, kehancuran tinggal menunggu waktu. Rela dan mudah terpengaruh pada tekanan antarabangsa, juga menjadi penyebab pemimpin berlaku zalim.

Tugas umat, belum lagi selesai. Setelah terpilih, para pemimpin harus terjaga. Jika tidak, kita juga yang akan merasakan azab dan akibatnya. Sebab, keadilan seorang pemimpin adalah penawar dahaga bagi umatnya dan lebih utama dari ibadah ritual yang dilakukannya. "Keadilan seorang pemimpin walaupun sesaat jauh lebih baik daripada tujuh puluh tahun," demikian sabda Rasulullah. (HR Thabrani)

Tapi jika yang terjadi justru sebaliknya, maka sungguh keadaan yang akan menimpa."Yang aku takuti pada umatku adalah pemimpin-pemimpin yang menyesatkan," sabda Rasulullah. (HR Dawud)

Jika pemimpin-pemimpin sesat telah memimpin, maka manusia akan berada pada penyelasan yang tiada tara seperti yang digambarkan Allah dalam firman-Nya. "Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata:" Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul. " (QS al Ahzab [33]: 66)

Dan ketika kita sampai pada tahap itu, penyesalan paling besar pun tidak akan bermakna. Semoga kita adalah umat yang terbaik, dengan pemimpin-pemimpin yang soleh dan muslih. Bukan sebaliknya, umat yang dipimpin para penguasa yang zalim dan bathil. Semoga pemimpin kita tidak seperti pepatah, tongkat yang membawa rebah!

***  zolim di sisi Allah ialah mereka yg syirik, penyembah berhala, pelaku dosa besar derhaka... melawan perintah Allah tidah mahu tunduk****

https://www.facebook.com/1251877796/posts/10218175828607811/

Wednesday, November 11, 2020

PEMBOHONGAN KE SELURUH UFUK DUNIA

PETIKAN KULIAH JUMAAT AYAH CHIK
PEMBOHONGAN KE SELURUH UFUK DUNIA

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ
قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا
قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَىٰ

"Dan sesiapa yang berpaling ingkar dari ingatan dan petunjukKu, maka sesungguhnya adalah baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan himpunkan dia pada hari kiamat dalam keadaan buta".

Ia berkata: "Wahai Tuhanku, mengapa Engkau himpunkan daku dalam keadaan buta, padahal aku dahulu melihat?"
Allah berfirman: "Demikianlah keadaannya! Telah datang ayat-ayat keterangan Kami kepadamu, lalu engkau melupakan serta meninggalkannya, dan demikianlah engkau pada hari ini dilupakan serta ditinggalkan".
[Ta-Ha:124-126]

Mereka yang dibutakan ini adalah mereka yang melupakan ayat-ayat Allah. Ayat-ayatNya adalah kitab al-Quranul karim. Penjelasannya pula berupa hadis-hadis Nabi SAW.
Hari ini terlalu banyak kitab. Kitab suratkhabar, kitab majalah, kitab facebook, kitab macam-macam. Terlalu banyak kitab di langit terbuka ini.

Allah taala suruh kita rujuk kepada al-Quran dan Hadith. Ini yang penting. Tapi kita tidak. Suratkhabar dulu. Majalah dulu facebook dulu. Al-Quran letak belakang.

Jaga! Buta mata pada hari kiamat nanti. Buta!
Bukan tak boleh baca suratkhabar facebook.. Boleh baca. Tapi yang menentukan benar atau salah sesuatu adalah al-Quran dan Hadith. Jangan sampai benda-benda liar ini yang menentukan benar atau salah.

Tahap hadith-hadith Nabi pun orang berani reka lagi. Bercampur aduk antara sahih, daif, palsu dan israiliyyat. Dalam sesetengah kitab tafsir juga ada Israiliyat. Begitu juga kitab akidah, kitab feqah, kitab hadis, kitab tasauf.

Sebab itu kita tak boleh baca sendirian. Kena mengaji dengan guru yang mursyid, yang muhaqqiq. Yang boleh menerangkan riwayat yang diterima dan ditolak. Bukan mengaji dengan orang yang macam burung kakak tua, yang baca sahaja tak tahu apa-apa.

Itu hadith Nabi. Kalau jenis facebook suratkhabar ni tak tahulah. Langsung tidak bertapis. Apa yang berlaku, manusia pada hari ini terpengaruh dengan penyebaran maklumat yang bercampur antara benar dan bohong.

Nabi sebut di akhir zaman, akan tersebar pembohongan hingga ke seluruh ufuk dunia. Kita menyaksikan sekarang, pagi-pagi lagi sudah ada yang buat kerja buka internet sebar berita ke seluruh dunia. Yang disebarkan itu yang benar, dan ada yang bohong. Yang benar akan dapat pahala. Tetapi yang bohong akan menanggung dosa dari seluruh ufuk dunia! Besarnya dosa menyebar pembohongan.

Inilah lajunya penyebaran maklumat, yang boleh membawa manusia ke syurga, dan boleh juga membawa manusia ke neraka. Ini kena jaga-jaga. Kita pada hari berada zaman fitnah, zaman bencana yang sangat besar.

Kalau tidak, kita akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan buta.. (Waliyazubillah..)
14 Safar 1439
3 November 2017
#Alang_Ibn_Shukrimun

Wednesday, October 28, 2020

Beza Cina Thai Cina Indon dengan sebahagian Cina ultra kiasu Malaysia

*Prof.Dr. Ridhuan Tee Abdullah.  💥
Beza Cina Thai, Cina Indon dengan sebahagian Cina ultra kiasu Malaysia

Hebatnya ultra kiasu gunakan wang beli kuasa…

PERGI ke Thailand atau Indonesia, jumpa orang rupa sama macam Cina, tanya dia orang Cina? Jawabnya, tak, saya orang Thai. Cina Indonesia pun. Namanya pun sama nama Siam (Indon), walaupun sebenarnya dia memang asal-usul Cina.

Begitulah hebatnya bagaimana kerajaan Thailand dan Indonesia, mensiamkan dan mengindonkan orang Cina di sana.

Semua Cina di Thailand diwajibkan meletakkan nama Siam. Ia berlaku sejak zaman King Rama VI jika mahu menjadi rakyat Thailand. Nama Cina mereka akan disiamkan, contoh Archapongwattana, Limcharoen, Ongsiriwattana, Vongsriprasert, Paiboonyanupap, and Jongboonyaupap. Nama-nama Cina yang disiamkan.

https://ismaweb.net/2020/10/26/beza-cina-thai-cina-indon-dengan-sebahagian-cina-ultra-kiasu-malaysia/

Nama Archapongwattana adalah nama Cina yang disiamkan, Archa adalah terjemah daripada nama surname Cina, iaitu Ma. Sehingga kini, terdapat lebih daripada 8 juta Cina di Thailand.

Begitu juga dengan Basuki Tjahaja Purnama (nama Cina Ahok) yang pernah menjadi Gabenor di Jakarta.

Pendek kata, proses pensiaman amat kuat di Thailand. Kerajaan berkehendakkan, tidak ada pilihan. Mesti patuh.

The Thai-Chinese are the most integrated overseas Chinese community in the world. If you ask them whether they are Chinese, they will readily respond that they are Thai, and play down any reference you make to them having Chinese ethnicity. It’s easy to understand why. They were required to adopt Thai surnames to become Thai citizens in the early 20th century by King Rama VI. Up until the 1950s or 1960s, they were discriminated against by non-ethnic Chinese, and could not learn Chinese in schools.  (Paul Richard Kuehn 1996)

Kenapa rakyat Thailand boleh menerima Perdana Menteri sebelum ini berketurunan Cina, seperti Chuan Lek Phai, Thaksin Shinawatra dan Ying Luck? Jawapan mudah, Cina sudah tidak mengaku Cina. Mereka adalah orang Thai.

Begitulah tegasnya kerajaan Thailand mengasimilasikan secara paksa orang Cina. Akhirnya, dengan kuasa yang tegas, terpaksa tunduk kepada kerajaan tindakan kerajaan Thailand.

Tidak cukup dengan itu, semua sekolah Cina turut dihapuskan, tanpa ada belas ihsan. Mungkin kita beranggapan, tindakan kerajaan Thailand itu kejam. Tetapi itulah hakikatnya jika mahu membina negara.

Tetapi jumpa Cina di Malaysia, sebiji muka Cina, nama Cina, sekolah Cina, cara hidup Cina, menonton TV Cina, mendengar radio Cina, baca bahan-bahan Cina.

Pendek kata, sebiji macam Cina seperti mana asal-usul. Malah, ada yang lebih China daripada Cina di negara China. Ada yang langsung tidak boleh berbahasa Melayu.

Setiap bangsa pakat-pakat membina bangsa, bukannya pembinaan negara bangsa. Bangsa lebih utama daripada negara. Akibatnya, lahir rakyat yang tidak pernah setia. Sanggup kutuk negara di luar negara, terbalikkan bendera, hitamkan bendera, ubah bintang bendera, hina jata negara. Mahu jadi komunis rupanya.


Kerajaan gagal untuk mengasimilasikan mereka atau memelayukan mereka. Ditambah, secara terang begitu berani mengutuk Melayu, Islam dan menghina Raja-Raja Melayu

Sudahlah mereka tidak langsung diasimilasikan, dimelayukan, mereka menjadi secina-cina (seindia-india) langsung tidak ada beza dengan negara asal-usul.

Di sinilah silap kita dalam membina negara.

Paling kurang, mereka menghayati agenda negara seperti fasih berbahasa Melayu, menghormati lagu negara dan lain-lain.

Realitinya, bahasa Melayu ke laut, negaraku dicinakan lagunya, bendera negara dihina dan direndahkan martabatnya, Raja-Raja Melayu mahu dihapuskan dan menggantikan dengan negara republik.

Kenapa jadi begitu? Kita terlalu lemah dalam membina negara. Kita tunduk kepada kuasa undi. Biarlah jadi apapun, asalkan undi masuk. Kita sudah cukup seronok dan gembira. Begitulah besarnya kuasa undi.

Lebih malang lagi, parti politik Cina yang tidak dapat sokongan Cina, pun diangkat menjadi menteri, memegang jawatan tinggi dalam GLC, menjadi ahli majlis PBT. Apa sudah jadi dengan negara Malaysia ini?

Bila perkara ini mahu dibincangkan atau didebatkan, maka muncullah kata-kata, kenapa harus ikut Thailand atau Indonesia dalam membina negara? Kita ada cara sendiri.

Malaysia ada cara sendiri. Kita mengamalkan integrasi bukan asimilasi. Kita perasan cara kita cara terbaik. Bersatu dalam kepelbagaian, unity in diversity.

Apa hasilnya? Hebat sangatkah hasilnya?

Adakah negara kita lebih maju daripada Thailand? Tidak juga.

Begitu juga kedudukan kita dengan Indonesia. Mana lebih terkehadapan? Jawapan saya, Indonesia, walaupun pada hakikatnya mungkin tidak.

Benar, Indonesia agak kurang sedikit maju berbanding Malaysia, hanya kerana negara ini terlalu besar (14 ribu pulau) dan penduduk terlalu ramai hampir 270 juta. Jika Indonesia sebesar Malaysia, dengan penduduk 33 juta, sudah lama Indonesia maju, dengan sikap dan kerja keras mereka.

Apa yang saya ingin simpulkan, ketegasan kerajaan Thailand dan Indonesia dengan ‘pendatang’ tidak kompromi. Mesti diasimilasikan agar taat setia dan semangat patriotik tidak tumpah ke tempat lain.

Mahu berlagak lagi mengatakan kita lebih hebat daripada Thailand dan Indonesia? Mahu lagi berhujah bahawa faktor kedai mamak telah menyatupadukan kaum sehingga keluar teori ‘mamakization’ bagi menunjukkan kerana semua kaum pergi ke kedai mamak, makan roti canai dan makan nasi lemak, perpaduan telah tercapai. Taat setia dan patriotism telah berjaya disemai? Cetek sungguh hujah ini.

Kini, demonstrasi di Thailand ketika pandemik COVID-19, dikaitkan dengan majoritinya disokong oleh rakyat Thailand berketurunan Cina, mahu menjatuhkan kerajaan sedia ada dan menolak sistem pemerintah beraja (monarki).

Maklumlah, Cina Thai sama seperti Yahudi di Amerika, menguasai lebih 80 peratus ekonomi Thailand. Sebahagian besar pusat membeli belah, dan beberapa bank gergasi Thailand.

Mereka berduit. Mereka gunakan kuasa wang untuk membeli kuasa atau membeli maruah manusia, termasuk membeli untuk menjatuhkan kerajaan.

Rara-rata laman sosial ultra kiasu menyokong demonstrasi di Thailand. Sama juga di demonstrasi di Hong Kong suatu ketika dahulu.

Sebab itu, kita lihat ultra ini begitu berani melakukan penghinaan terhadap Raja-Raja Melayu, bahasa Melayu, hak istimewa Melayu dan Bumiputera, agama Islam dan pelbagai lagi perkara berkaitan Islam dan Melayu.

Nasib baiklah Yang diPertuan Agong telah bertitah, darurat tidak perlu buat masanya. Bayangkan jika YDPA bersetuju dengan darurat kesihatan tersebut. Bagaimana reaksi ultra kiasu? Sudah tentu mereka akan kutuk rapat Raja-Raja Melayu.

Ultra kiasu tidak pernah mahu memahami sejarah dan asal usul raja dan negara ini. Inilah akibatnya apabila sejarah diajar di SJKC dalam bahasa Cina.

Kenapa kita ada Sembilan raja dan satu Yang di-Pertuan Agong, ada sejarahnya. Sama juga kenapa kita ada 14 Mufti berbanding dengan satu sahaja seperti negara Islam lain.

Jika Raja-Raja Melayu tidak setuju ‘menyerahkan’ kuasanya kepada pentadbiran Kerajaan Persekutuan bagi membentuk sebuah Persekutuan yang kuat, Persekutuan Tanah Melayu, maka setiap negeri itulah ada negaranya tersendiri.

Jika tidak wujudnya persetujuan, maka akan wujudlah sebuah negara Johor, negara Kelantan, negara Terengganu, Negara Kedah, Negara Perak, Negara Selangor, negara Negeri Sembilan, negara Perlis dan negara Pahang.

Sebab itulah bila Persekutuan dibentuk, bermakna Raja-Raja Melayu bersetuju membentuk sebuah Persekutuan yang disebut sebagai Persekutuan Tanah Melayu. Bayangkan jika Baginda tidak setuju, berapa negara kita ada.

Adakah ultra kiasu faham betapa besarnya pengorbanan Raja-Raja Melayu ini? Sebab itu, jika ada salah laku raja, berpada-pada dalam memberi pandangan.

Peliknya, gelaran seperti Dato, Tan Sri, bukan main dirangkulnya, tak dapat dibelinya. Tidak hairan ada yang mengaku Dato Seri, terdiri daripada kalangan gangster perniagaan haram. Ada yang membeli gelaran tersebut pada usia seawal 20-an.

Kerana apa mereka sanggup berhabis duit untuk gelaran itu? Kerana wang, kerana perniagaan. Menguasai ekonomi untuk membeli orang Melayu atau membeli kuasa Melayu. Teramat malang sekali jika ada pembesar-pembesar Melayu ini yang tergoda sehingga terpaksa menggadaikan maruah anak bangsa.

Hati hati dengan duri dalam kasut

Hati hati dengan duri dalam kasut!

Berkawan biar seribu.
Musuh jangan dicari.

Tak kisah dengan siapa kita berkawan, namun jangan putus silaturahim.  Dalam masa yang sama berhati hati bila bertemu dengan 7 jenis manusia sedang berkawan dengan mu!

1 SATU
Orang yang hanya berkawan dengan kita  kerana kepentingan pribadi (hipokrit). Jangan buang masa dengan orang yang hanya mendekati anda bila mereka memerlukan. Mereka sebenarnya hanya mahu memudahkan apa yang mereka mahu, bukan ikhlas dalam persahabatan.

2 DUA
Orang masih membangkitkan masa silam KITA. Setiap dari kita ada aib yang perlu dilupakan. Ada orang tak mampu menerima hikikat bahawa kita telah semakin matang dan banyak belajar dari kehidupan. Begitu dengan saya, umur 40 tahun yang Allah pinjamkan ini perlu diperbaiki dengan perkara yang lebih baik!

3 TIGA
Orang yang membuatkan kita rasa terancam dan terperangkap. Sesetengah orang akan melakukan apa sahaja untuk kepentingan peribadi  dengan menggunakan kita dan diakhirnya kita yang menjadi mangsa keadaan. Berhati hatilah!

4 EMPAT
Orang yang menipu kita lebih daripada sekali. Kejujuran ditunjuk melalui perbuatan, bukan melalui perkataan. Jika  seseorang menipu anda berulang ulang, mereka  sebenarnya tidak menghormati anda dan persahabatan yang telah dibina.

5 LIMA
Orang yang merencatkan impian dan kebolehan anda. Apa yang orang lain fikir mustahil untuk capai, bukanlah bermakna anda juga tidak mampu melakukannya. So don’t worry about what everyone else thinks.  Keep living your truth.. move on!

6 ENAM
Kawan yang menggalakkan anda untuk membenci orang lain kerana mereka bermusuh dengan orang tersebut. Orang yang menggalakkan anda untuk menilai atau membenci orang lain adalah seburuk-buruk kawan. Elakkan mereka dengan apa jua cara, Insyallah.

7 TUJUH
Teman yang bermulut ‘puaka’. Yang ni ramai. Walaupun anda yakin anda adalah jenis yang ada kesabaran tinggi, namun percayalah.. lambat laun pasti anda hilang pertimbangan juga. Ini bukan bermakna kita sombong, tetapi kita hanya menghormati diri kita sendiri.

Hati-hati dengan duri di dalam kasut!

Friday, October 16, 2020

Hebat Tengku Razaleigh Hamzah cekap mengambil kesempatan atas keserabutan

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10217844627367987&id=1251877796

Hebat Tengku Razaleigh Hamzah , cekap mengambil kesempatan atas keserabutan...

Ramai tak sedar gerakan Ku Li bermula dengan susunan Dr. Mahathir bin Mohamad... lihat gambar tu (belakang pengesan suhu) gambar sebelum gerakan "terbaru"... gerakan kali ini sekali lagi Mahathir berjaya perkuda Anwar... Anwar berjaya digunakan sebagai tukang kepoh... akhirnya Ku Li keluar dengan sokongan Umno dan kelompok Mahathir serta komponen PH yang tak sabar kembali berkuasa ....

Mahathir memang pencatur hebat.. dengan 6 kerusi Parlimen dia kembali mencatur Umno dan lain lain... dia pernah buang Ku Li tapi dia boleh gunakan semula kembali kali ini...

Berjaya atau tidak Ku Li tidak boleh dipastikan tetapi KUPAI dan Geng MACAI kena sedar Anwar ni hanya tukang kepoh yang tergempak... berkali - kali kena dengan Mahathir 😅🤣😂

Buat Kluster Mahkamah dan Kluster SPRM cuba tanya diri sendiri adakah kamu percaya Anwar atau Mahathir (melalui KuLi) akan selamatkan kamu ?!?! 😇😇😇

Lanjut klik https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=643113773062505&id=330750857632133

Tengok politik sekarang, macamlah tengok politik dalaman UMNO.

Najib vs Mahathir , 2 2 asal UMNO

Shafie vs Hajiji + Bung Mokthar , 3 3 asal UMNO

Anwar vs Mahathir vs Muhyiddin , 3 3 asal UMNO

Muhyiddin vs Zahid , 2 2 asal UMNO

Ahmad Maslan vs Hamzah Zainuddin , 2 2 asal UMNO

Kuli tiba-tiba muncul , orang UMNO

Mat Hassan vs Annuar Musa vs Hamzah Zainuddin + Latif 4 4 asal UMNO

Zahid vs Hishamuddin vs KJ , semua UMNO

Azmin vs dll , semua asal UMNO

PPBM vs UMNO, 1 asal UMNO, 1 UMNO

Kadang-Kadang ada PAS sikit
Kadang-Kadang DAP buat lawak sikit
Kadang-Kadang MCA MIC muncul kejab
Kadang-Kadang Amanah wayang sikit

Sebenarnya, apa yang berlaku atas adalah politik dalaman pemimpin asal UMNO.

***Badan depa sume tu dah bau tanah tu. Tinggai tuang minyak petrol jaaa*****

Thursday, October 15, 2020

Kenapa politikus suka bohong

Kenapa politikus suka bohong ?
Melainkan politikus yg ikut lunas2 Agama saja yg selamat

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10217836109955057&id=1251877796

Wednesday, October 14, 2020

Dia menjelaskan bahawa titik ini adalah semua yang kita miliki lebih dari 7 bilion orang hidup di setitik debu di alam semesta ini




Kapal angkasa Voyager merakam gambar sebenar Bumi dari jarak sangat jauh. Ahli astronomi Amerika Carl Sagan berkata:
Titik kecil ini adalah Bumi. !!
Dia menjelaskan bahawa titik ini adalah semua yang kita miliki, lebih dari 7 bilion orang hidup di setitik debu di alam semesta ini.

Semua masalah kita, cita-cita kita, impian kita, org jahat, org baik... yg gila kuasa semua dok ada tamg tu ! tidak kira betapa hebatnya kita ada pada titik ini. Betapa kecilnya kita ... !!

Allah maha agung.