Whatsap Saya

Jawatan Kosong Kerajaan & Swasta Terkini 2020

koleksi kitab

Wednesday, November 30, 2016

Kebangkitan Islam di serata benua


Kebangkitan Islam di serata benua, negara di semua ceruk dan rantau dizahirkan oleh Allah melalui satu jamaah yg istiqaamah dlm perjuangan. Ia dipanggil hizbul Islam atau Hizbullah
Maksud hadis lebihkurang akan ada di kalangan ummatku yg berada dlm jalan benar hingga hari qiamat.....
Begitu juga akan ada satu puak penentang @ hizbu syaitan di kalangan puak kuffar atau munafiqeen yg menentang hizbullah sampai qiamat.
Ini berlaku berterusan sampai hari penentuan.
Ini adalah qadha dan qadar Allah agar ummat islam akan mendapat pahala jihad atau syahid !
Ia tak dapat di elakkan. Ia pasti berlaku dlm keadaan sedar atau tidak..... samada puak munafiq / kuffar menyedari atau tidak.
Puak munafiq sudah pasti bersama puak kuffar menentang islam dan sebaliknya Puak mukmin bersama ulama dan pendakwah menetang puak munafiq dan kuffaar.
Persoalan nya ADAKAH KITA SEDANG BERADA DI PEHAK MUKMEEN ATAU DI PEHAK MUNAFIQ / KUFFAR ?

Tuesday, November 29, 2016

Pendirian pan dulu dan sekarang - suhazan kayat

YB Dato Dr Fadzli :

Assalamu Alaikum.
Ramai orang bertanya berkenaan dengan perjumpaan PM dengan MB Kelantan pagi ini. Saya ada bersama dalam perjumpaan tersebut mengiringi YAB Us Dato' MB, Dato SUK Kelantan dan YB Dato' Hj Hanifa. Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan tertib. Perlu dijelaskan bahawa perjumpaan tadi adalah antara kerajaan negeri dan kerajaan pusat. Ia bukan antara UMNO dan PAS. Sebagaimana dijelaskan oleh Dato' MB, bahawa ia adalah lawatan mahabbah antara ketua kerajaan negeri dengan Ketua kerajaan di peringkat pusat. Maka agenda rakyat diutamakan.

Antaranya bagaimana kerjasama perlu dibuat untuk faedah rakyat dalam keperluan asas spt rumah, lebuhraya, air, lapangan terbang, ECER, naik taraf KIAS kepada kolej universiti, dan yang utamanya juga adalah perlaksanaan Shariah Islamiyyah di Kelantan. Semua ini tidak dapat dilakukan tanpa kedua pihak mengambil tanggung jawab secara bersama dengan ikhlas. Ianya adalah pertemuan yang baik untuk faedah rakyat Kelantan.

Fokusnya adalah untuk mencari kaedah bagaimana rakyat Kelantan juga dapat menikmati hak mereka walaupun diperintah oleh kerajaan yang berbeza dengan persekutuan kerana ianya diperuntuk dan dibenarkan oleh oleh Perlembagaan. PM sendiripun menyebut bahawa supaya dapat mengurangkan halangan yang tidak perlu bagi kerjasama negeri dan pusat.

Kesimpulannya ia mendapat respon yang baik oleh pihak PM dan rasanya setakat ini kita boleh berpuas hati dengan usaha ini. Terima kasih kepada PM dan semua pihak yang menjayakan pertemuan ini. Tidak juga lupa bahawa pertemuan ini juga adalah hasil cetusan dari YB Dato Seri Presiden PAS sewaktu Muktamar PAS baru2 ini. Wassalam.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=476662445788090&id=459712740816394

Wednesday, November 16, 2016

FAKTA MENGENAI PAK LEBAI TUA PAS

FAKTA MENGENAI PAK LEBAI TUA PAS

1 - Allahyarham Tuan Guru Dato' Haji Nik Abdul Aziz Nik Mat (Bekas Menteri Besar Kelantan) memotong 45% gajinya untuk disalurkan kepada parti dan juga rakyat sejak tahun 1990.

2 - Presiden PAS, Dato' Seri Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang yang tidak mengambil sebarang elaun keistimewaan ketika menjadi Menteri Besar Terengganu antara 1999-2004.

3 - Allahyarham Ustaz Azizan Abdul Razak memotong elaun bulanannya sebagai Menteri Besar Kedah sebanyak RM10,000 daripada RM14,100 sebulan sejak mula dilantik pada Mac 2008.

LEBIH BAIK MEMILIH LEBAI TUA YANG JUJUR SEBAGAI PEMIMPIN DARIPADA GOLONGAN 'PROFESIONAL' YANG MENCURI.
#istiqamah
#berdiri_teguh_bersama_ulamak

Tuesday, November 15, 2016

Tidak ada untung pun kalau lawan Pas

Apa Ada Pada Pas?
Ustaz Hj Idris Hj Ahmad
10/11/16

Pas parti kerdil sahaja. Pemimpinnya pak lebai. Ahlinya orang kampung. Pengikutnya marhain. Mereka ikut Pas kerana dasar. Bukan taksub kepada pemimpin. Ahlinya taat selagi pemimpin taat kepada Allah, Rasul dan jamaah. Inilah batas sempadannya.

Pelik juga manusia yang tidak suka Pas. Siang malam hentam Pas. Hentam Pas, kadang-kadang lebih teruk daripada hentam Umno BN. Seolah-olah hilang fokus. Seolah-olah Pas ini hebat dan kuat. Sedangkan Pas tidak perintah negara. Tidak memiliki media yang hebat. Tidak ada cyber trooper yang handal yang tidak takut kepada sesiapa. Kita tidak mampu membiyai cyber trooper yang bekerja 24 jam setiap hari. Tidak ada wang RM90 juta.

Dalam masa yang sama menuduh Pas tidak ada masa hadapan. Ramai orang keluar Pas dan berhijrah ke parti lain. Anak muda tidak bersama Pas. Golongan profesional lari daripada Pas. Peliknya, setiap detik hentam Pas. Tidak guna lawan orang yang lemah seperti Pas.

Kalau Pas lemah, tidak ada nilai, tidak ada harga. Maka tidak perlulah ambil tahu berkenaan Pas. Biarlah apa Pas hendak buat suatu pendirian.  Kalau rugi pun Pas,  bukan orang lain. Anggaplah Pas ada seperti tiada, barulah kamu senang hati. Binalah kekuatan sendiri, anggaplah Pas tidak ada dipersada politik tanah air. Kepala pun tak sakit. Umno pun pening kepala menghadapi Pas.

Tidak ada untung pun kalau lawan Pas.  Sikap Pas tidak akan berubah. Pas sudah 65 tahun melawan Umno/BN. Pas sudah 13 kali sertai pilihanraya. Selama 65 tahun ada yang tahan diuji dan ada yang tidak tahan. Berapa ramai pemimpin Pas dan wakil rakyat Pas tidak mengakhiri hayat mereka bersama Pas. Adakah Pas mati?. Walau pun mereka harap Pas akan berkubur, alhamdulillah Pas masih segar bogar seperti rumput yang segar selepas disiram embun. Pas seperti gadis sunti, semuanya hendak melamar. Hasbunallah wani'mal wakil.

Sunday, November 13, 2016

Tubuh Taliban tidak membusuk

Palang Merah: "Tubuh Taliban tidak membusuk!"
Saif Al Battar
Kamis, 22 Desember 2011 14:51:30

Oleh: Doktor Muhammad Andar.



Komite Palang Merah Amerika telah mengeluarkan laporan dalam lamanwebnya mengenai mayat-mayat (syuhada) Taliban dibandingkan mayat pasukan asing. Komite tersebut yang memiliki tugas mengambil dan mengubur mayat di provinsi Mazar Sharif Afghanistan, menunjukkan keheranannya mengapa tubuh mayat Taliban tidak rusak maupun mengeluarkan bau busuk?!

Laporan tersebut mengatakan bahwa investigator awalnya mengira bahwa karena cuaca dinginlah adanya fenomena itu, hanya saja teori tersebut hancur berkeping-keping karena tubuh pasukan dari sekutu utara yang tergeletak di area yang sama telah rusak dan mengeluarkan bau yang menjijikkan.

Laporan tersebut terus menyatakan bahwa mereka ingin melakukan penelitian tentang makanan yang dimakan oleh pejuang Taliban! Para peneliti juga ingin mencari tahu apakah adanya korelasi antara makanan dan darah karena darahnya beberapa Taliban tetap hangat walau setelah kematiannya!
(Sumber: Al-Misryoon, Ana Muslim dan beberapa website lainnya)

Adalah hadiah dari Allah SWT apabila musuh mengakui di depan teman-temannya mengenai mukjizat yang ditunjukkan melalui syuhada Taliban karena pembantaian pasukan salib. Harus dikemukakan bahwa jika semua peneliti maupun ilmuan biologi di planet ini mau bergabung dan meneliti seumur hidupnya, mereka tidak akan pernah menemukan jawabannya terhadap kasus yang membingungkan ini. Tanpa kita ketahui, bisa jadi mereka malah mencoba untuk menemukan tubuh Ibrahim AS yang penuh berkah dan mempelajari struktur biologinya sehingga mereka bisa membuat baju anti api untuk para prajuritnya.

Teringat pidato dari ulama terkenal, Ustaz Yasir, pada saat pemakaman komandan terbaik dari Imarah Islam, Syahid Mullah Abdul Manaan Ahmad rahimahullah: “Di sini saya akan memberikan sedikit contoh yang dapat dimengerti semua orang dan tidak ada yang bisa mengingkari tentang kenapa Taliban adalah di sisi yang benar dan rezim Kabul di sisi yang bathil; Kenapa mayat kami tidak rusak dan mengeluarkan bau busuk sedangkan mayat oposisi kami membusuk dan baunya sangat menyengat?!”

Berhubung aroma dari syahid Mullah Abdul Manaan terus-terusan semerbak, ustad yang disegani itupun menambahkan: “Saya tantang semua orang untuk datang! Mari ambil satu mayat dari sisi kami dan satu dari sisi musuh yang terbunuh pada saat bersamaan dan oleh senjata yang sama. Kita akan meninggalkan mereka dalam kondisi fisik dan kimia yang sama. Lalu mari kita perhatikan, bahwa mayat dari sisi kami mewangi seperti misik dan tampa lebih indah dan mayat lainnya menggembung dan mulai rusak dan baunya busuk! Sekarang biarkan spesialis dunia dalam bidang sains dan kimia menginvestigasi dan temukan alasannya.”
Kita juga jangan lupakan salah satu faktor desersi dalam pasukan Kabul adalah karena mukjizat yang ditunjukkan melalui para syuhada Taliban. Satu kelompok prajurit ANA (Afghan National Army) di provinsi Nangarhar, distrik Ghani Khel yang meninggalkan tugasnya memberitahukan alasan dari desersi mereka yaitu: “Satu ketika kita bertarung hadap-hadapan dengan Taliban di provinsi Kandahar, Taliban mundur sedangkan mayat dari sisi kami dan mereka tergeletak di medan perang. Lalu kami diperintahkan untuk berdiam di area tersebut pada malam hari. Waktu pun berlalu, mayat kami mulai rusak dan mengeluarkan bau sangat menyengat yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Di sisi lain, mayat Taliban mulai mengeluarkan bau yang asing tapi harum dan indah. Saat itu juga, teman-teman kami meninggalkan mayat temannya dan duduk di sebelah mayat syuhada Taliban”. Prajurit itu menambahkan: “Jadi pada pagi harinya, aku dan teman-temanku mengemas barang-barang pribadi kami dan meninggalkan semuanya, padahal tinggal dua atau tiga hari lagi mendapatkan gaji dan pulang!!”

Satu buku tentang mukjizat yang ditunjukkan melalui syuhada dalam jihad melawan soviet telah dirangkum oleh ulama syahid terkenal Syaikh Abdullah Azzam rahimullah dalam sebuah judul “Ayat ar Rahmaan fi Jihad al Afghan” yang dalamnya ratusan insiden telah disampaikan. Jadi semoga Allah memberikan ulama zaman ini keteguhan untuk menyingsingkan lengan bajunya dan menulis tentang mukjizat-mukjizat yang ditampakkan dalam medan perang dan oleh para syuhada dalam jihad saat ini, sehingga manusia dapat membedakan antara kebenaran dan kebathilan dan akhirnya akan bergabung dengan kebenaran.

Akhir kata, saya memohon dengan sangat kepada seluruh pembaca agar dengan ikhlas mendoakan saya untuk dapat melaksanakan jihad dan pada akhirnya mendapatkan karunia sebagai syuhada, sebuah status yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan diimpikan oleh beliau.
Imarah Islam Afghanistan

(ibnusyahin/arrahmah.com)

Thursday, November 10, 2016

BANYAK HUKUM ISLAM YANG NON-MUSLIM TELAH GUNA, KENAPA MASALAH DENGAN HUDUD

BANYAK HUKUM ISLAM YANG NON-MUSLIM TELAH GUNA, KENAPA MASALAH DENGAN HUDUD?

Terdapat suara-suara hodoh yang menakutkan2 masyarakat non-Muslim dengan hukum hudud. Mereka mempropagandakan bahawa hukum hudud akan memberikan ketidakselesaan kepada non-Muslim. Perjuangan RUU355 ini akhirnya akan membawa kepada pelaksanaan hudud dilaksanakan untuk semua rakyat Malaysia.

Biarpun buat masa ini, enakmen yang diluluskan di Kelantan dan Trengganu itu hanya untuk orang Islam sahaja, tetapi lama kelamaan ia akan dilaksanakan di seluruh negara termasuk non-Muslim. Jika diluluskan RUU355 ia akan memberikan kuasa kepada DUN untuk memberikan kuasa kepada Mahkamah Syariah untuk menjatuhkan hukuman lebih dari 356. Secara tidak langsung ia boleh mendekati pelaksanaan sebahagiaan hukum hudud.

"Mahukah berada di bawah hukum agama?" Ini di antara kata-kata yang berunsur hasutan yang diajukan kepada non-Muslim untuk menakutkan mereka dengan hudud. Isu ini dimainkan bagi memastikan non-Muslim tidak menyokong sebarang usaha yang berjuang untuk melaksanakan Hudud.

-------------

Buat masa ini banyak sangat kekeliruan berlaku tentang Hudud yg disebarkan. Oleh kerana banyak kekeliruan yang sengaja ataupun tidak sengaja, Hukum ini dianggap negatif. Sebenarnya, hudud adalah sebahagian dari hukum Islam. Ia tidak perlu dianggap sebagai suatu yg negatif khususnya dari perspektif non-Muslim kerana terdapat banyak hukum Islam dilaksanakan dengan baik dan diterima oleh semua masyarakat di Malaysia, sama ada Muslim dan non-Muslim. Antaranya:

1- Bank Islam dan bank compatible dengan prinsip Islam. Pengurusan kewangan yang tidak berteraskan kepada riba merupakan hukum Islam. Setelah 30 tahun ia dilaksanakan di Malaysia, ia diterima dengan baik, malahan sangat ramai non-Muslim menggunakan khidmat bank ini. Barangkali lebih ramai dari orang Islam.

2- Berkhatan adalah sebahagian dari hukum Islam. Ia telah diterima sebagai cara untuk menjamin kesihatan lelaki, malah keenakan dalam hubungan suami isteri. Bukan sekadar orang Islam berkhatan, tetapi juga non-Muslim pun berkhatan. Kalau makan pisang, monyet pun pandai buang kulit.

3- Koc komuter khusus untuk wanita - Sejak dahulu lagi, Islam menginginkan hubungan lelaki dan perempuan ada sedikit batasan. Ia bukan berbentuk diskriminasi tetapi ia adalah untuk menjaga kesejahteraan semua pihak. Rakyat Malaysia selesa apabila ada koc yang khusus untuk perempuan sahaja dan pemisahan ini adalah menepati kehendak Islam kerana boleh mengelakkan dari perkara yang buruk.

4- Sembelihan adalah hukum Islam dan ia merupakan cara yang terbaik untuk mematikan haiwan. Mengeluarkan darah menerusi sembelihan akan menyebabkan daging yang lebih sihat kerana memakan darah bukanlah suatu yang baik dari sudut kesihatan. Sembelihan bukan sahaja diterima oleh orang Islam, tetapi juga oleh non-Muslim.

Empat contoh di atas merupakan antara hukum Islam yang turut diterima oleh non-Muslim kerana semua itu perkara yang membawa kemaslahatan kepada manusia. Sekiranya hukum Islam membawa kesejahteraan kepada masyarakat, kenapa tidak boleh terima hudud?

Kelemahan pelaksanaan di peringkat awal tidak dapat dielakkan. Maka, pelaksanaan secara berdikit-dikit adalah pendekatan terbaik. Di peringkat awal boleh dilaksanakan kepada orang Islam sahaja, dan mungkin pada bahagian tertentu sahaja seperti hukum minum arak sahaja terlebih dahulu. Kemudian, lama-kelamaan dilaksanakan hukum tuduhan zina pula, dan seterusnya. Ia bukan sekadar melihat kepada pelaksanaan hukum itu sendiri tetapi keselarasannya kepada Perlembagaan dan juga kepada Akta / Enakmen dan undang-undang yang lain. Seperti mana bank Islam di peringkat awal dahulu, ada sedikit masalah, tetapi selepas 10 tahun ia stabil dan bertambah baik selepas 30 tahun (1985-2015).

Hudud bukanlah hukum yg perlu untuk ditakutkan tetapi untuk lebih dihargai kerana ia boleh menjaga keamanan rakyat.

http://myfaisalonline.blogspot.qa/2016/11/banyak-hukum-islam-yang-non-muslim_4.html

https://www.facebook.com/drfaisal7/posts/1297781720241280

Wednesday, November 9, 2016

Siapakah Pemula Fitnah UG ?

Siapakah Pemula Fitnah UG ?

Pada satu klimaks serangan DAP terhadap PAS, isu UG-lah dibangkitkan oleh Lim Guan Eng.Bila Lim Guan Eng bercakap tentang PAS nak ber-UG dengan UMNO, semua kenyataan disiarkan oleh akhbar-akhbar Cina. Masyarakat Cina percaya benar bahawa TGHH hendak bawa PAS ber-UG dengan UMNO. Dari manakah mulanya Lim Guan Eng dibekalkan peluru fitnah ini?

Sebelum DAP berkonfrantasi dengan PAS atas isu  UG, PASMA terlebih dahulu menyebarkan fitnah dalam ceramah dan media mereka tentang isu ini. Sila rujuk kenyataan PASMA sebelum ini. Sebelum PASMA melalui Presidennya Pahrolrazi menjaja fitnah ini, blogger dan penulis Mohd Sayuti Omar, Aduka Taruna dan Tulang Besi dan cybertrooper anti-ulama PAS telah memainkan isu ini. Bencinya mereka terhadap TGHH hingga ada operasi dinamakan Langgar Hadi. Untuk memusnahkan karektor TGHH, UG-lah diangkat sebagai modal. UG yang telah diputarbelitkan daripada maksud asal. Sesiapa yang ingin tahu apa versi asal UG, buatlah sedikit rujukan.

UG yang diputarbelitkan sejak 2008 hingga kini tidak menjadi kenyataan. Kalaulah benar UG itu bermaksud PAS hendak bergabung dengan UMNO, sudah lama  wujud gabungan itu. Tetapi tidak. Sebaliknya yang wujud ialah Pakatan Rakyat. Kepada golongan baru main politik pembangkang, sila rujuk Siasah bilangan 138. Besar tajuknya, Negara Tanpa Pembangkang. Itu tajuk besar intipati idea UG. Alih-alih golongan anti-ulama bermula 2008 lagi menabur racun fitnah dengan dakwaan TGHH nak gabungkan PAS dengan UMNO.

Asal mulanya mengapa geng Langgar Hadi menfitnah TGHH dengan isu UG ini. Kekalahan PAS di Terengganu pada PRU2004 menjadi bahan cercaan mereka. Mereka menyalahkan TGHH sedangkan telah dibentangkan satu post-mortem kekalahan PAS. Sekali lagi aku menyeru golongan penyebar fitnah UG membuat sedikit kajian. Malah Khalid Samad juga memperli kekalahan PAS di Terengganu tanpa menjadikan  post-mortem yang rasmi sebagai sandarannya. Maknanya, puak-puak ini sudah benci akan TGHH sekian lama.

Apa hubungan Husam Musa dengan Mohd Sayuti Omar dan Kicikdefella, blogger yang cukup sensasi suatu waktu dahulu? Siapa yang mengadu domba TGHH dengan TGNA dengan meberi maklumat yang tidak tepat tentang UG? Mujur akhirnya TGNA  faham duduk perkara sehinggalah akhit hayat TGNA menghormati dan bersama-sama TGHH dalam setiap keputusan.

Kenapa Mujahid Yusof Rawa tidak menceritakan hal sebenar idea UG sedangkan dia maksud  sebenar UG berdasarkan  Siasah 2009 itu?  Kenapa Mujahid membiarkan fitnah ini bermaharajalela?  Dari mulut siapa mula fitnah ini? Mohd Sayuti Omar? Husam Musa? Khalid Samad? Aduka Taruna? Tulang Besi? Kemudian fitnah itu disebarkan pula oleh beberapa kerat  orang muda yang baru belajar politik melalui blog-blog, facebook dan media social yang lain. Hari ini mungkin sudah berjuta rakyat Malaysia yang mengikuti politik semasa  termakan fitnah ini. Siapa yang nak menanggung timbunan dosa yang dikatakan lebih tajam daripada mata pedang ini?  Yang difitnah bukan sembarangan orang;  seorang ulama yang diiktiraf oleh dunia; sayangnya dihina oleh bangsanya sendiri.

Husam Musa, Pahrolrazi, Khalid Samad pukul TGHH dengan UG yang telah diputarbelitkan tadi. Disambung fitnah itu oleh penjaja-penjaja kecil facebooker. Soalan saya untuk semua yang memviralkan fitnah ini. Kenapa kalian tidak pernah menyerang dan mengutuk DS Anwar Ibrahim dengan Konsesus Nasional dan Lim Kit Siang dengan versi UG-nya sendiri?  Kenapa tidak pernah menyeranah  DS Anwar Ibrahim dan Lim Kit Siang? Kenapa semua terdiam apabila idea itu dilontarkan? Dan kenapa kini semua cuba menyembunyikan? Kamu berpolitik dengan hati busuk atau apa sebenarnya?
...............................
Dihantar untuk paparan TKO (Tranungkite)
Oleh: BayangDiAir

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10205278509062883&id=1251877796

Apa saja yang datang dari LGE adalah sangat bijak ?


Apa saja yang datang dari LGE adalah sangat bijak.
Apa saja datang dari TGHH adalah tidak bijak.
Politik jenis apakah ini?
Zulhimi Attakiri : Barangkali kejap lagi pentaasub LGE akan berlumba-lumba tampil membela. LGE kan insan suci sesuci embun pagi..

Tuesday, November 8, 2016

Senarai Hitam untuk ke luar negara hari ini

Makluman....

Seramai 820,000 org Rakyat Malaysia yang telah di Senarai Hitam untuk ke luar negara hari ini. (Termasuk yg nak pi Haji atau Umrah)  Untuk mengetahui status anda, boleh layari...
http://sspi2.imi.gov.my/default.aspx atau klik pada link tersebut untuk semakan lebih lanjut.

��Cek cepat...... kirim kat kawan2 di group lain

Saturday, November 5, 2016

Orang melayu kita malas nak baca dan anggap semuanya selamat, tak lama jer lagi haa...

Orang dulu2 jajah guna senjata, curik sumber alam semulajadi kita. Sekarang jajahan dalam bentuk ekonomi/kewangan pulak. It's a modern colonisation. "Siapa kuasai ekonomi, dialah penjajah kita".

Orang melayu kita malas nak baca dan anggap semuanya selamat, tak lama jer lagi haa...

SILA BACA ARTIKEL INI

China telah lama "melabur" dalam pelbagai projek infrastruktur di Zimbabwe sejak 1980 dengan nilai sebanyak USD5 Bilion.

Antara ribuan projek China di Zimbabwe,yg menarik perhatian saya adalah pada tahun 2012, China "membantu" membangunkan projek rel keretapi di Zimbabwe.

Dan 4 tahun selepas projek keretapi itu bermula, pada hari ini China telah berjaya mengawal 80% dari ekonomi dan pentadbiran negara Zimbabwe dan menjadikan Zimbabwe seperti sebuah Koloni negara China di benua Afrika.

Matawang Yuan juga telah di jadikan matawang rasmi di Zimbabwe apabila China mengecualikan pembayaran balik hutang sebanyak USD40 juta kpd Zimbabwe.

INI BUKAN CERITA LAWAK JENAKA YG SELALU KITA REKA UTK MENGGAMBARKAN BETAPA KELAKAR DAN BODOHNYA ORG BENUA AFRIKA INI.

INI KISAH BENAR, BAGAIMANA PENJAJAHAN BENTUK BARU BUKAN LAGI SECARA KETENTERAAN, TETAPI BERLAKU SECARA PENAKLUKAN EKONOMI OLEH KUASA BESAR DUNIA TERHADAP SEBUAH NEGARA YG LEMAH PENGURUSAN EKONOMINYA.

RAKYAT ZIMBABWE YG TAK TAHU APA2 TINDAKAN KERAJAANNYA TERPAKSA MENANGGUNG AKIBAT KESILAPAN DAN KELEMAHAN PENTADBIRAN OLEH PEMIMPIN MEREKA MUGABE.

Saya tak kata Malaysia bakal menjadi seperti Zimbabwe.

Sebenarnya Zimbabwe yg telah jadi seperti Malaysia.

Saya katakan bahawa Zimbabwe yang silap kerana tak belajar dari kesilapan Malaysia.

Kalau tak hari ini pasti Zimbabwe tidak menjadi mangsa kerakusan China seperti Malaysia yg kesilapannya bermula sejak tahun 1957 lagi apabila memberikan taraf warganegara kepada pendatang haram dari China.

Ya Allah berilah kekuatan jiwa kepada kami untuk terus berjuang menyedarkan bangsa kami sendiri bahawa sebenarnya kita telah lama di jajah kembali oleh China selepas British.

Perjuangan menyedarkan bangsa yg tak sedar diri ini ibarat spt berikut :-

"Ko ada kanser, tapi ko tak tau sebab ko taknak pegi buat pemeriksaan kesihatan walaupun simptomnya dah ada. Jadi ko memang tak akan percaya kanser ko dah stage 3 sekarang"

#silameninggal

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10207591898976185&id=1251877796

ULAMA YANG MEMBAWA IDEOLOGI PENJAJAH

PETIKAN KULIAH JUMAAT AYAH CHIK
ULAMA YANG MEMBAWA IDEOLOGI PENJAJAH

Firman Allah SWT:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi”.
[Al-Baqarah:30]
Islam adalah agama yang merangkumi segala aspek kehidupan termasuk pemerintahan. Di dalam ayat di atas menunjukkan bahawa tugas manusia bukan sahaja dalam bab ibadat tetapi juga dalam bab pemerintahan.

Kefahaman bahawa urusan politik tidak ada kena mengena dengan agama bukan dari ajaran Islam. Ia datang dari Kristian. Ia dibawa oleh penjajah ke setiap tanah jajahannya. Penjajah menetapkan urusan agama setakat bab nikah cerai, bahagi pusaka, jagaan anak, tengok anak bulan, urus masjid sahaja. Urusan jaga keamanan, ekonomi, politik, undang-undang serahkan sahaja kepada penjajah.

Selepas kejatuhan Uthmaniyah, era 20an muncul seorang Ulama al-Azhar bernama Ali Abdul Raziq, menulis sebuah buku bertajuk Islam wa usul Hukm (Islam dan dasar pemerintahan). Buku tersebut telah membawa ideologi sekular penjajah dengan menyatakan urusan pemerintahan tidak ada kena mengena dengan Islam. Apa yang dibuat oleh Nabi tidak bersangkut paut dengan Madinah.

Majlis Ulama Azhar yang dipimpin Syeikh al-Khadr Khusain pada waktu itu telah memanggil Ali Abdul Raziq dalam sebuah pertemuan. Ketika dia hadir memberi salam, tidak ada seorangpun yang menjawabnya. Lalu beliau dibicarakan, dipersoalkan berkait tulisan beliau itu. Selepas banyak soalan yang tidak dapat dijawab, akhirnya Ali Abdul Raziq dilucutkan jawatannya serta ijazah ditarik balik.

Muncul pula selepas itu seorang ulama yang menulis menyokong tulisan Ali Abdul Raziq bernama Khalid Muhammad Khalid. Beliau menulis sebuah buku bertajuk Min Huna Nabda (Dari Sini Kita Bermula) menyatakan unsur sekularisme di dalam Islam. Tulisan beliau telah disanggah oleh Syeikh Muhammad Al-Ghazali dengan sebuah buku bertajuk Min Huna Na’lam (Dari Sini Kita Mengetahui).

Di akhir umurnya, Khalid Muhammad insaf dan bertaubat lalu menarik balik tulisannya. Beliau lalu menulis sebuah lagi buku bertajuk Rijal Haulu Rasul (Lelaki-lelaki Sekeliling Rasul) sebagai menebus kesalahannya yang lalu.

Namun pemikiran mereka tersebar ke seluruh pelusuk dunia. Penjajah menyebarkan buku-bukunya, menterjemah dalam pelbagai bahasa (termasuk bahasa melayu) sehingga mempengaruhi pemikiran orang Islam.

Masjid Rusila
4 Safar 1438
4 November 2016

(Alang Ibn Shukrimun)

Friday, November 4, 2016

Cuma kalau kerana ditipu, maka kita terpaksa batalkan perjuangan ini ?


asyik dok ulang ayat "PAS kena tipu ngan UMNO dlm isu hudud dan RUU355"
nak bagitau kat hangpa yg pas tak perduli .. dari sejak awal penubuhan lagi PAS dah perjuangkan agar kepentingan Islam ditegakkan.
Tak timbul siapa tipu siapa.... 
samada kita ditipu atau tidak, kita tetap perjuangkan !
selama ini, umat islam dan juga non muslim bercakap cakap hal hudud... kenapa ?
sebab PAS yg sering sebutkan dan perjuangkan !
kalau tidak mana mungkin org akan buat kajian dan pembacaan berkenaan hukum Islam ini !?
dah ramai non muslim dan juga muslim yg sebelum ini tak tahu menahu langsung tentang keadilan Islam ... sekarang ramai yg dah sadar perkara ini... !
sekiranya tak ada siapa yg bercakap dan perjuangkan, siapa lagi yg diharapkan nak tonjolkan keadilan Islam ? SIAPA ?
Cuma kalau kerana ditipu, maka kita terpaksa batalkan perjuangan ini ?
BN dan SPR setiap PRU menipu ... tapi masih juga kamu masuk bertanding ?
Kenapa ?
Kenapa begitu prejudis ?

Thursday, November 3, 2016

Cina halau Melayu, dan kemudian Melayu akan halau kera dan monyet untuk berebut tempat tinggal !


Apa khabar MCA ?
Apa Khabar DAP ?
Apa khabar Gerakan ?
Ada puak puak ni bantah dan protest beberapa siri penjualan tanah dan harta negara oleh BN kpd Negara China ?
Ada kedengaran ?
Tak dak bukan ?
Pasal apa ?
Pasal depa akan dapat laba dan untung nanti !
petatah Org Thai sebut, "Cina halau Melayu, dan kemudian Melayu akan halau kera dan monyet untuk berebut tempat tinggal ! "
Ia PASTI akan berlaku !!!!
MCA / Gerakan hancurkan BN
Manakala
DAP hancurkan pembangkang !!!
Hoi !
Belajarlah dari sejarah !
teliti sejarah palastine !
baca sejarah kejatuhan kesultanan othmaniah !
kerana sejarah sentiasa berulang !!!

Kerana orang munafik itu tidak sehat keyakinannya, maka akhirnya pendiriannya tidak menentu


Tafsir Surat al-Baqarah ayat 8-20
Kerana orang munafik itu tidak sehat keyakinannya, maka akhirnya pendiriannya tidak menentu, terombang-ambing ke sana dan ke mari. Perumpamaan orang munafik adalah seperti kambing yang bingung antara dua kambing, kadang-kadang tersesat ke sini dan kadang-kadang tersesat ke sana (Shahih Muslim). Sekalipun demikian, mereka tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang dan tidak adil, sebab mereka masih dapat diharapkan kembali kepada kebenaran, insya Allah, dan dengan tegas Rasulullah melarang berbuat sewenang-wenang kepada mereka.
Diantara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,” padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman (8).
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar (9).
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih disebabkan mereka berdusta (10).
Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (11)
Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar (12).
Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman”, mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu (13).
Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”, tetapi bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.” (14)
Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka (15).
Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk (16).
Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat (17).
Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar) (18).
Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, Kerana (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati, dan Allah meliputi orang-orang yang kafir (19).
Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu (20). (Qs. al-Baqarah: 8-20)
Tafsir Mufradat
An-Nas: bentuk ism jama’, seperti “qaum”, dan bentuk mufrad (tunggal)-nya: insan, yang diambil dari lafal lain. Arti an-Nas: manusia. (Ibnu Manzur, di bawah kata anasa). Dalam al-Qur’an, kata tersebut diulang sebanyak 241 kali.
Al-Yaum al-akhir: hari akhir; hari akhir dimulai dari saat dikumpulkannya manusia di makhsyar (tempat dikumpulkannya manusia sesudah dibangkitkan) hingga waktu yang tidak terhingga, atau hingga ahli surga masuk dalam surga dan ahli neraka masuk ke dalam neraka. (al-Maraghi, 1: 49). Dalam al-Qur’an, kata tersebut diulang sebanyak 141 kali, 58 diantaranya dihubungkan dengan kata “ad-Dunya” (dunia), untuk memberikan pengertian bahwa masalah ukhrawi (keakhiratan) tidak dapat dipisahkan dengan masalah duniawi (keduniaan).
Al-Qulub: bentuk jama’ dari “al-Qalb” (hati), pada ayat tersebut di atas, al-Qalb berarti akal.
Asy-Syaitan: al-Ba’id (yang jauh), disebut syaitan Kerana jauh dari kebenaran, jauh dari rahmat Allah. Kata tersebut berasal dari kata “syatana-yasytunu-syatnan” (jauh; menyimpang).
Pada ayat tersebut (15), asy-syaitan berarti penyebar fitnah, pembuat kerusakan, pembela kebathilan yang menghalang-halangi agar tidak mengikuti kebenaran, dengan cara menghembuskan keragu-raguan dan menanamkan permusuhan serta pertikaian dalam masyarakat. (Rasyid Rida, I: 163). Dalam al-Qur’an, kata tersebut diulang sebanyak 88 kali. 18 diantaranya dalam bentuk jama’.
Tafsir ayat
Menurut Ibnu ‘Abbas, ayat-ayat tentang orang-orang munafik diturunkan berkenaan dengan orang-orang munafik dari suku Khazraj dan suku Aus. (Ibnu Kasir, tafsir al-Qur’an al-‘Azim, I: 83). Orang yang paling terkenal dikalangan orang-orang munafik ialah ‘Abdullah bin Ubay bin Salul. (Al-Qasimiy, 1978, II:44).
Pada ayat sebelumnya (2-5), Allah telah menjelaskan sifat-sifat golongan mukminin, orang-orang yang bertaqwa kepada Allah, yang mengikhlaskan (memurnikan) agamanya hanya untuk mencari keridaan Allah SWT, yang batinnya sama dengan perbuatan dan perkataannya. Kemudian pada ayat berikutnya, yaitu ayat 6-7, Allah menjelaskan sifat-sifat para orang kafir, yang menentang dan mengingkari ketauhidan Allah, baik lahir maupun batinnya.
Kemudian pada ayat 8-20 Allah menjelaskan tingkah laku dan sifat-sifat golongan munafiqin, yaitu orang-orang yang menampakkan keimanan dan kebaikannya, tetapi merahasiakan kejahatannya. Menurut Ibnu Juraij, orang munafik ialah orang yang perkataannya tidak sama dengan perbuatannya, batinnya tidak sama dengan lahirnya. (Ibnu Katsir, 1966, Tafsir al-Qur’an al-‘Azim, I:83).
Sifat-sifat orang munafiq sebagian besar diterangkan dalam surat-surat madaniyah (surat yang diturunkan sesudah Nabi hijrah ke Madinah), sebab di Makkah, sebelum Nabi SAW hijrah ke Madinah, belum terdapat nifaq (kemunafikan), bahkan sebaliknya, sebagian orang menampakkan kekafirannya, dalam hatinya ia beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Ibnu Katsir, dalam tafsirnya, mengatakan bahwa munculnya orang-orang munafik sesudah perang Badar Kubra, setelah orang-orang dari suku Khazraj dan suku Aus masuk Islam, yang kemudian terkenal dengan “golongan Anshar”. (Ibnu Katsir, 1966, I: 84).
Tujuan penjelasan tentang sifat-sifat orang-orang munafik pada ayat-ayat tersebut di atas, ialah agar orang-orang mukmin tidak terpedaya oleh mereka dan agar terhindar dari segala macam kerusakan. Sifat orang-orang munafik sebagaimana disebutkan pada ayat 8-20 surat al-Baqarah antara lain ialah: mengaku beriman, berusaha menipu Allah SWT, Rasulullah SAW dan orang-orang mukmin dengan cara berpura-pura beriman kepada Allah, berpura-pura cinta kepada Nabi, dan berpura-pura cinta kepada orang-orang mukmin, tetapi sebenarnya mereka mengingkari Allah dan Rasul-Nya dan memusuhi Allah, Rasul dan orang-orang mukmin. Pada ayat-ayat tersebut (8-9) memang tidak disebutkan penipuannya kepada Rasul, tetapi secara rasional, setiap penipuan kepada Allah adalah penipuan kepada Rasul, sebab Rasulullah adalah utusan Allah yang menyampaikan perintah-Nya. Dengan demikian pula setiap penipuan kepada Rasul, adalah juga penipuan kepada Allah, sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya:
مَّن يُطِعِ ٱلرَّسُولَ فَقَدۡ أَطَاعَ ٱللَّهَ‌ۖ
Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah (Qs. an-Nisa/4: 80).
Sifat munafik, sebagaimana disebutkan pada ayat 8-10, juga diungkapkan pada ayat-ayat lainnya, seperti dalam QS at-Taubah (9) ayat 64, 67, 68, 77, 97 dan 101, QS al-Ahzab (33) ayat 12, 60, 73, dan di beberapa ayat lainnya.
Sifat munafik juga diungkapkan dalam beberapa hadits, seperti: Kamu akan menemukan orang yang paling jahat bagi Allah pada hari kiamat, yaitu orang yang bermuka dua, jika bertemu dengan segolongan orang, bermuka begini, tetapi jika bertemu dengan golongan lainnya, bermuka lain. (Sahih al-Bukhariy, dari Abi Hurairah, kitab al-Adab, IV: 39).
Dalam hadis lainnya Rasulullah bersabda:
أَيَةُ الْمُنَافِقُوْنَ ثَلاَثٌ: إذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا أُؤْتُمِنَ خَانَ
Ciri-ciri orang munafik ada tiga: apabila berkata selalu berdusta, apabila berjanji selalu mengingkarinya, dan apabila diberi amanat selalu mengkhianatinya.
Dari penjelasan hadis tersebut, sangat tampak bahwa orang munafik di mana pun dan bila pun sangat berbahaya. Kerana itulah Rasulullah SAW sangat berhati-hati terhadap mereka, sebab sifat-sifat yang demikianlah yang merusak kehidupan masyarakat.
Untuk lebih jelasnya, di bawah ini di terangkan ayat demi ayat. Pada ayat 8-10, sifat-sifat orang munafik diungkapkan sebagai berikut.
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَبِٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأَخِرِ وَمَا هُم بِمُؤۡمِنِينَ (8) يُخَـٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَمَا يَخۡدَعُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمۡ وَمَا يَشۡعُرُونَ (9) فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ۬ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضً۬ا‌ۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمُۢ بِمَا كَانُواْ يَكۡذِبُونَ 10
Diantara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,” padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman (8). Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar (9). Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta (10).
Ketika menafsirkan ayat 8 dan 9 tersebut, Rasyid Rida menjelaskan bahwa ayat tersebut bukanlah berkenaan dengan orang-orang munafik yang hidup pada masa turunnya al-Qur’an, maupun yang hidup pada masa sekarang ataupun yang hidup pada masa yang akan datang. Kerana itulah pada ayat tersebut tidak disebutkan: “dan iman kepadamu hai Muhammad”. (Rasyid Rida, I: 149).
Pada ayat 10, dinyatakan bahwa “dalam hati mereka ada penyakitnya, lalu ditambah Allah penyakitnya.” Pada ayat tersebut digunakan kata isti’arah (metafora): pemakaian kata yang bukan dengan arti yang sebenarnya, Kerana yang dimaksudkan dengan penyakit dalam hati, bukanlah Kerana hatinya terkena kuman atau virus, melainkan yang dimaksudkan, ialah bahwa keyakinan mereka tidak sehat, sebab tidak sesuai dengan al-Qur’an. Maka hati orang-orang mukmin dikatakan sehat, sebab keyakinannya sehat, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:
إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٍ۬ سَلِيمٍ۬ 89
Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (Qs. asy-Syu’ara/26: 89).
Kerana orang munafik itu tidak sehat keyakinannya, maka akhirnya pendiriannya tidak menentu, terombang-ambing ke sana dan ke mari, sebagaimana diungkapkan dalam suatu hadits Nabi SAW:
مَثَلُ الْمُنَافِقُوْنَ كَمَثَلِ الشَّاةِ الْمَائِرَةُ بَيْنَ الْغَنَمَيْنِ تَعِيْرُ إِلَي هَذَا مَرَّةً وَإِلَي هَذَا مَرَّةً
Perumpamaan orang munafik adalah seperti kambing yang bingung antara dua kambing, kadang-kadang tersesat ke sini dan kadang-kadang tersesat ke sana. (Shahih Muslim, dari Ibnu ‘Umar, Sifatul Munafiqin: 17).
Sekalipun demikian, mereka tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang dan tidak adil, sebab mereka masih dapat diharapkan kembali kepada kebenaran, insya Allah, dan dengan tegas Rasulullah melarang berbuat sewenang-wenang kepada mereka, sebagaimana diungkapkan dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Jabir bin ‘Abdillah:
Datanglah seseorang kepada Rasulullah SAW di Ji’narah, dan baru saja keluar dari perang Hunain. Ketika itu Bilal membawa perak dalam bajunya, kemudian Rasulullah mengambilnya dan membagikannya kepada orang-orang yang berada di tempat itu. Lalu berkatalah orang tersebut: Hai Muhammad berbuat adil! Kemudian bersabdalah Rasulullah: Mengapa kamu berkata seperti itu? Siapa yang dapat berbuat adil jika saya tidak berbuat adil? Sungguh aku gagal dan merugi, jika tidak dapat berbuat adil. Kemudian berkatalah ‘Umar bin Khattab: Ya Rasulullah, biarlah saya bunuh orang munafik itu. Kemudian Rasulullah bersabda: Jangan! Aku mohon perlindungan kepada Allah dari perbincangan orang, bahwa saya membunuh sahabatku. Sesungguhnya orang-orang munafik ini dan sahabat-sahabatnya juga membaca al-Qur’an, tetapi tidak sampai ke kerongkongan mereka, mereka melepaskannya sebagaimana lepasnya anak panah dari sasarannya.” (Shahih Muslim, dari Jabir bin ‘Abdillah, Kitabuz-Zakah: 142).
Ketika menafsirkan ayat ini, Rasyid Ridha menjelaskan, bahwa yang dimaksudkan dengan “qalb” (hati) adalah akal, dan yang dimaksudkan dengan penyakit adalah segala sesuatu yang dapat menggangu akal, sehingga daya tangkapnya menjadi lemah dan timbullah keraguan dan kesamaran serta kegelapan. (Rasyid Rida, I: 153). Akal adalah salah satu unsur yang membedakan antara yang hak dan yang batil, jika akalnya sehat, ia akan lebih cinta kebenaran dan dapat terhindar dari keraguan dan kegoncangan. Orang munafik dilukiskan sebagai orang yang hatinya berpenyakit, Kerana ia lebih suka kebatilan, sebab akalnya tidak sehat atau lemah, sehingga merusak aqidah.
Menurut Muhammad Abduh, sebab-sebab kelemahan akal ialah:
Kerana pembawaan, seperti bodoh ....
Kerana kesalahan pendidikan dan pengarahan terhadap akalnya, seperti muqallid (orang yang mengikuti pendapat orang lain tanpa mengetahui alasan-alasannya), yang mengikuti nenek moyangnya tanpa mengetahui alasan-alasannya. (Rasyid Rida, I: 154). Orang seperti inilah yang dilukiskan dalam firmannya:
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱتَّبِعُواْ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ قَالُواْ بَلۡ نَتَّبِعُ مَا وَجَدۡنَا عَلَيۡهِ ءَابَآءَنَآ‌ۚ أَوَلَوۡ ڪَانَ ٱلشَّيۡطَـٰنُ يَدۡعُوهُمۡ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ 21
Dan apabila dikatakan kepada mereka, “ikutilah apa yang diturunkan Allah”, mereka menjawab, “(tidak), tapi kami akan mengikuti apa yang kami dapati (dijalani) moyang kami”. Apakah mereka (akan mengikuti moyang mereka) walaupun syaitan memanggil mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (Qs. Luqman/31: 21)
Akhirnya mereka menyesali perbuatannya, sebagaimana dilukiskan dalam firmannya:
وَقَالُواْ رَبَّنَآ إِنَّآ أَطَعۡنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَآءَنَا فَأَضَلُّونَا ٱلسَّبِيلَا۟ 67
Dan mereka berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar) (Qs. al-Ahzab/33: 67)
Penyakit orang munafik terus bertambah dan berkembang setiap datang ajakan kepada kebenaran, bahkan semakin bertambah dendam dan dengkinya kepada Rasulullah SAW, sebagaimana dilukiskan dalam firman Allah:
وَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ۬ فَزَادَتۡہُمۡ رِجۡسًا إِلَىٰ رِجۡسِهِمۡ وَمَاتُواْ وَهُمۡ ڪَـٰفِرُونَ 125
Adapun orang-orang yang hatinya ada penyakit, maka bertambahlah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir (Qs. at-Taubah/9: 125).
Kemudian ayat 10 ditutup dengan ancaman: bahwa mereka akan mendapat siksa yang pedih, Kerana kebohongannya.
Selain ancaman yang disebutkan pada akhit ayat 10, terdapat juga ancaman-ancaman terhadap oorang-orang munafik yang lebih keras, antara lain ialah:
إِنَّ ٱلۡمُنَـٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرۡكِ ٱلۡأَسۡفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمۡ نَصِيرًا 145
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka (Qs. an-Nisa/4: 145).
Ancaman-ancaman Allah terhadap orang-orang munafik, bertujuan untuk memperingatkan bahwa dusta itu sangat besar dosanya, sebab dusta adalah sumber segala kejahatan.
Pada ayat 11 dan 12, sifat orang munafik diungkapkan sebagai berikut (terjemah)
Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar (QS al-Baqarah: 11-12).
Al-Qosimiy, dalam tafsirnya, menjelaskan bahwa yang dimaksudkan dengan perbuatan kerusakan di muka bumi, ialah memberikan bantuan kepada orang-orang kafir dalam memusuhi oarang-orang Islam, dengan menyampaikan rahasia orang-orang Islam kepada orang-orang kafir, membuat provokasi, menjadikan orang-orang kafir sebagai teman karib, mengajak orang-orang kafir agar mendustakan Nabi SAW, menanamkan sikap keragu-raguan dan dendam, sehingga mengobarkan permusuhan orang-orang kafir terhadap Nabi dan menimbulkan peperangan yang mengakibatkan kerusakan besar di muka bumi ini (al-Qosimiy, II: 47). Namun, mereka tidak sadar bahwa sebenarnya mereka telah berbuat kerusakan. Bahkan lebih parah lagi, Kerana mereka telah menghalang-halangi orang-orang dari kebenaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW.
Pada ayat 13, kesombongan orang-orang munafik dilukiskan sebagai berikut (terjemah):
Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman”, mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu (QS al-Baqarah: 13)
Mereka beranggapan bahwa para pengikut Nabi SAW adalah orang-orang bodoh. Orang-orang Muhajirin dikatakan bodoh, Kerana mereka meninggalkan kampung halamannya serta rumah-rumah yang ada di Makkah. Adapun orang-orang Anshar, mereka dianggap bodoh, Kerana mereka bergabung dengan orang-orang Muhajirin. (al-Maraghiy, 1969, II: 45).
Ketika menafsirkan ayat tersebut, Rasyid Rida menjelaskan bahwa diantara orang-orang munafik yang paling jahat adalah Abdullah bin Ubay bin Salul dan para sahabatnya. Mereka tidak sadar bahwa merekalah sebenarnya yang bodoh. (Rasyid Rida, I: 161).
Kejahatan orang-orang munafik tidak terbatas hanya dalam masalah keimanan saja, melainkan juga dalam masalah sosial ekonomi, sebagaimana diungkapkan dalam firmannya:
هُمُ ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ لَا تُنفِقُواْ عَلَىٰ مَنۡ عِندَ رَسُولِ ٱللَّهِ حَتَّىٰ يَنفَضُّواْ‌ۗ وَلِلَّهِ خَزَآٮِٕنُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَـٰكِنَّ ٱلۡمُنَـٰفِقِينَ لَا يَفۡقَهُونَ 7
Merekalah orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar): “Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada disisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah).” Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami (Qs. al-Munafiqun/63: 7)
Kemudian ayat tersebut ditutup dengan firmannya: “ Wa lakin la ya’lamun” (tetapi mereka tidak tahu), memberikan pengertian bahwa iman itu harus berdasarkan ilmu dan keyakinan, sebab kebahagiaan di dunia dan di akhirat tidak dapat dicapai kecuali dengan mengetahui hakikatnya, sedang hakikat tidak dapat diketahui kecuali dengan ilmu.
Kemudian sifat orang-orang munafik dilukiskan lebih jelas lagi pada ayat 14 dari surat al-Baqarah (terjemah):
Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya Kami sependirian dengan kamu, Kami hanyalah berolok-olok.” (QS al-Baqarah: 14)
Demikianlah ciri-ciri orang-orang munafik pada masa turunnya al-Qur’an; pada masa Nabi SAW. Kemunafikan dan kerusakan akhlaknya sudah tidak terukur lagi. Mereka menampakkan diri dengan dua wajah dan berkata dengan dua mulut. Ciri-ciri semacam itu telah diwarisi oleh orang-orang munafik masa kini, bahkan lebih canggih lagi, sehingga kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan pun lebih besar.
Sebenarnya orang-orang munafik itu merahasiakan sikap mereka dengan sangat ketat, agar tidak ketahui oleh kaum mu’minin, tetapi Allah membukanya lewat al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi SAW, sehingga dapat diketahui rencana jahat mereka terhadap orang-orang mu’min.
Kemudian Allah membalas olok-olokan mereka dengan balasan yang lebih pedih, sebagaimana ditegaskan pada ayat berikutnya; ayat 15 (terjemah).
Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. (Qs. Al-Baqarah: 15)
Olok-olokan Allah tersebut dilakukan dengan cara memperpanjang kenikmatan-Nya kepada mereka dan menunda siksaan-Nya terhadap mereka, sehingga mereka merasa sangat tersiksa Kerana tertipu. (Rasyid Rida, II:164).
Orang-orang munafik sebenarnya telah berusaha dengan seluruh kemampuannya untuk menipu Nabi SAW dan orang-orang mu’min, tetapi tipu daya Allah SWT lebih baik, seperti diungkapkan dalam firman-Nya:
وَمَڪَرُواْ وَمَڪَرَ ٱللَّهُ‌ۖ وَٱللَّهُ خَيۡرُ ٱلۡمَـٰكِرِينَ
Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. dan Allah Sebaik-baik pembalas tipu daya. (Qs. Ali Imran/3: 54).
Bentuk istihza’ (olok-olokan) Allah kepada orang-orang munafik diungkapkan juga dibeberapa ayat lainnya dengan ungkapan yang berbeda, seperti:
يَوۡمَ يَقُولُ ٱلۡمُنَـٰفِقُونَ وَٱلۡمُنَـٰفِقَـٰتُ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱنظُرُونَا نَقۡتَبِسۡ مِن نُّورِكُمۡ قِيلَ ٱرۡجِعُواْ وَرَآءَكُمۡ فَٱلۡتَمِسُواْ نُورً۬ا فَضُرِبَ بَيۡنَہُم بِسُورٍ۬ لَّهُ ۥ بَابُۢ بَاطِنُهُ ۥ فِيهِ ٱلرَّحۡمَةُ وَظَـٰهِرُهُ ۥ مِن قِبَلِهِ ٱلۡعَذَابُ 13
Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: “Tunggulah Kami supaya Kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu”. dikatakan (kepada mereka): “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)”. lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa. (Qs. Al-Hadid/57: 13)
Pada ayat 29-34 dari surat al-Muthaffifin (83) Allah berfirman:

إِنَّ ٱلَّذِينَ أَجۡرَمُواْ كَانُواْ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يَضۡحَكُونَ (29) وَإِذَا مَرُّواْ بِہِمۡ يَتَغَامَزُونَ (30)
وَإِذَا ٱنقَلَبُوٓاْ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِمُ ٱنقَلَبُواْ فَكِهِينَ (31) وَإِذَا رَأَوۡهُمۡ قَالُوٓاْ إِنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ لَضَآلُّونَ (32) وَمَآ أُرۡسِلُواْ عَلَيۡہِمۡ حَـٰفِظِينَ (33) فَٱلۡيَوۡمَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنَ ٱلۡكُفَّارِ يَضۡحَكُونَ 34
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman (29.) Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya (30). Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira (31). Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat” (32). Padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin (33). Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir (34). (Qs. Al-Muthaffifin/83: 29-34)
Kemudian pada ayat 16 orang-orang munafik itu dinyatakan bahwa usahanya tidak berhasil, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya berikut. (terjemah)
Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (Qs. al-Baqarah: 16)
Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa orang-orang munafik itu telah membeli kesesatan dengan petunjuk. Pernyataan tersebut memberikan pengertian bahwa kesesatan mereka adalah Kerana perlakuan dan usaha mereka sendiri, bukan Kerana diciptakan demikian secara paksa. Sebab pada dasarnya manusia itu dilahirkan dalam keadaan beriman kepada Allah, sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya:
وَإِذۡ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمۡ ذُرِّيَّتَہُمۡ وَأَشۡہَدَهُمۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِہِمۡ أَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡ‌ۖ قَالُواْ بَلَىٰ‌ۛ شَهِدۡنَآ‌ۛ أَن تَقُولُواْ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ إِنَّا ڪُنَّا عَنۡ هَـٰذَا غَـٰفِلِينَ 172
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”. (Qs. Al-A’raf/7: 172)
Kemudian ayat tersebut (16) ditutup dengan firman-Nya “ Fa ma rabihat-tijaratuhum wa ma kanu muhtadin” (maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk). Kerana usaha meraka tidak menghasilkan buah yang nyata, bahkan mereka merugi dan kecewa, Kerana perpanjangan kenikmatan kepada mereka dan penundaan hukuman bagi mereka tidaklah ada manfaatnya. Dan meraka tidak memperoleh petunjuk, Kerana mereka tidak dapat memahami al-Qur’an dengan pemahaman yang benar.
Untuk mempermudah pemahaman tentang sifat-sifat kaum munafiqin, Allah membuat perumpamaan bagi mereka, sebab penjelasan dengan perumpamaan lebih mudah dipahami. Maka pada ayat 17 dan 18 Allah mengungkapkan mereka dalam perumpamaan sebagai berikut (terjemah):
Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, Maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat (17). Mereka tuli, bisu dan buta, Maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar) (18). (Qs. Al-Baqarah: 17-18)
Kerana al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab, maka dalam menjelaskan makan dan maksudnya dipergunakan uslub (susunan) bahasa Arab. Amsal (perumpamaan) adalah salah satu uslub yang banyak dipergunakan dalam al-Qur’an untuk menjelaskan berbagai masalah. Sebab perumpamaan adalah lebih mudah dipahami, lebih mudah menembus jiwa seseorang, dan pengaruhnya sangat besar, serta lebih mampu menampakkan hal-hal yang tersembunyi dan lebih kuat dalam menghapus dan menghilangkan kesamaran. Untuk itulah Allah menggunakan perumpamaan dalam menjelaskan keadaan orang-orang munafik pada ayat tersebut.
Allah melukiskan keadaan orang-orang munafik ketika mula-mula masuk Islam dan cahaya iman pun masuk dalam hati mereka. Tetapi kemudian masuklah keraguan dalam jiwa mereka, lalu mereka mengingkari dan meninggalkan cahaya iman, Kerana meraka tidak memperoleh keuntungan dan kebaikan. Maka mereka akhirnya tidak dapat dapat melihat jalan hidayah dan tidak dapat mencapai jalan keselamatan, padahal cahaya iman itu telah menyinari orang-orang yang berada di sekitar mereka, yaitu orang-orang mukmin. Keadaan mereka dilukiskan seperti orang-orang yang menyalakan api untuk menghilangkan kegelapan di sekitar mereka. Tetapi setelah sinar itu menyinari tempat-tempat dan benda-benda di sekitarnya, turunlah kekuatan yang sangat rahasia yang turun dari langit, seperti hujan lebat atau seperti angin puyuh yang memporakporandakan dan memadamkan sinar tersebut, sehingga mereka berada dalam kegelapan dan tidak dapat melihat sesuatu pun yang berada di sekitar mereka. Kemudian mereka seperti orang yang bisu, tuli dan buta, seperti orang yang kehilangan panca indera, Kerana tidak dapat memfungsikan panca inderanya.
Apa gunanya pendengaran jika tidak dimanfaatkan untuk mendengarkan petunjuk? Apa gunanya penglihatan jika tidak dimanfaatkan untuk melihat sesuatu yang baik untuk dijadikan pelajaran guna menambah hidayah?
Maka barangsiapa tidak memanfaatkan pendengaran, mulut dan penglihatan untuk kebaikan, seakan-akan kehilangan seluruh panca inderanya. Maka bagaimana mungkin mereka dapat keluar dari kesesatan atau kembali kepada kebenaran.
Al-Maragiy dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah membuat perumpamaan seperti disebutkan pada ayat 17 dan 18 bagi orang-orang munafik, Kerana meraka tidak memanfaatkan panca inderanya untuk kebaikan. (al-Maragiy, 1969, I: 59).
Menurut al-Qasimy, amsal (perumpamaan) biasanya dipergunakan untuk menjelaskan keadaan, kisah-kisah atau sifat yang mempunyai keistimewaan dan keajaiban, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya ketika menjelaskan keajaiban surga:
مَّثَلُ ٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِى وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَ‌ۖ تَجۡرِى مِن تَحۡتِہَا ٱلۡأَنۡہَـٰرُ‌ۖ أُڪُلُهَا دَآٮِٕمٌ۬ وَظِلُّهَا‌ۚ تِلۡكَ عُقۡبَى ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْ‌ۖ وَّعُقۡبَى ٱلۡكَـٰفِرِينَ ٱلنَّارُ 35
Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. (Qs. Ar-Ra’d/13: 35)
Pada ayat lainnya Allah berfirman:
لِلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأَخِرَةِ مَثَلُ ٱلسَّوۡءِ‌ۖ وَلِلَّهِ ٱلۡمَثَلُ ٱلۡأَعۡلَىٰ‌ۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ 60
Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi; dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs. An-Nahl/16: 60)
Pada ayat lainnya Allah berfirman:
ذَٲلِكَ مَثَلُهُمۡ فِى ٱلتَّوۡرَٮٰةِ‌ۚ وَمَثَلُهُمۡ فِى ٱلۡإِنجِيلِ كَزَرۡعٍ أَخۡرَجَ شَطۡـَٔهُ ۥ فَـَٔازَرَهُ ۥ فَٱسۡتَغۡلَظَ فَٱسۡتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعۡجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِہِمُ ٱلۡكُفَّارَ‌ۗ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ مِنۡہُم مَّغۡفِرَةً۬ وَأَجۡرًا عَظِيمَۢا 29
Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya Kerana Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). (Qs. Al-Fath/48: 29)
Kisah surga adalah kisah yang sangat menakjubkan, baik keindahan maupun kenikmatannya, sifat Allah adalah sifat yang Maha Agung dan Maha Mulia, dan pengikut Nabi Muhammad juga sangat menakjubkan. Kerana itulah Allah menjelaskan dengan membuat perumpamaan-perumpamaan. (al-Qasimiy, 1978, II: 56).
Untuk lebih mengenal keadaan orang-orang munafik, baik mereka yang hidup pada masa permulaan Islam maupun yang hidup pada masa kini atau pada masa yang akan datang, Allah menggambarkan mereka dengan perumpamaan yang lain, sebagaiamana disebutkan pada ayat 19 dan 20 (terjemah):
Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, Kerana (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. dan Allah meliputi orang-orang yang kafir (19). Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu (20). (Qs. Al-Baqarah: 19-20)
Pada ayat 17 dan 18 Allah menggambarkan orang-orang munafik seperti orang yang menyalakan api, kemudian dia memadamkan lagi, sedang pada ayat 19 dan 20 Allah menggambarkan mereka seperti orang yang ditimpa hujan lebat, yang dapat melenyapkan pendengaran dan penglihatan. Yang demikian itu untuk menggambarkan keadaan orang-orang munafik dan menjelaskan kekejian perbuatan mereka, dengan tujuan untuk memberikan peringatan dan pelajaran agar berhati-hati terhadap mereka. Sebab mereka selalu menyebarkan fitnah dan kekacauan dalam masyarakat.
Sebenarnya mereka telah memperoleh hidayah Ilahiyah dari langit, tetapi kemudian tertimpa kegoncangan iman dan kekacauan serta kegelapan taqlid . juga merasa takut terhadap orang-orang kafir yang ada di sekitar mereka ketika mengerjakan hal-hal yang bertentangan dengan pendapat mereka. Kemudian mereka mendapatkan cahaya hidayah lagi ketika didatangi seorang Da’i, dan tampaklah bagi mereka tanda-tanda kekuasaan Allah dengan jelas, Kerana adanya bukti dan hujjah yang kuat, maka mereka pun mempunyai keinginan yang sangat kuat untuk mengikuti kebenaran, Kerana cahaya hidayah tersebut. Namun kemudian mereka kembali lagi kepada kegelapan dan kegoncangan jiwa, serta kebingungan, bagaikan orang yang berada di padang pasir, yang ditimpa oleh kegelapan malam dan hujan lebat yang disertai angin ribut dan kilat, serta guruh yang keras dan menakutkan, sehingga mereka harus menutupi telinga mereka dengan jari-jari tangannya. Tetapi usaha tersebut tidaklah dapat menyelamatkan mereka dari bencana yang telah ditetapkan Allah SWT. Semua itu mengandung hikmah dan kemaslhatan yang kadang-kadang tidak dapat kita ketahui. (al-Maragiy, I: 60).
Rasyid Rida dalam tafsirnya memperingatkan agar berhati-hati terhadap penafsiran sebagian ulama yang kurang mengindahkan kesahihan sumbernya. Misalnya al-Jalal as-Siyutiy menafsirkan “ar-Ra’ad” (guntur) adalah Malaikat, atau suaranya, “al-Baq” (kilat) adalah cambuknya, untuk menghalau awan. Seakan-akan Malaikat adalah makhluk yang bertubuh, sebab suara yang dapat didengar adalah ciri-ciri makhluk yang bertubuh. Dan seakan-akan awan adalah binatang himar yang bandel, tidak mau berjalan kecuali dengan dihardik dan dicambuk berkali-kali. Demikianlah pemahaman sebagian orang Arab. Sebenarnya tidaklah boleh memalingkan dari makna alam syahadah (yang dapat dilihat) kepada makna alam ghaib (yang tidak dapat dilihat) yang hanya diketahui oleh Allah SWT. Hanya saja sebagian mufassir senang mengumpulkan penafsiran-penafsiran yang tidak ada sumbernya, seperti kisah-kisah israiliyat yang berasal dari orang-orang Yahudi untuk menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an. (Rasyid Ridla, I: 174).
Sebagian besar kisah-kisah Israiliyat disampaikan oleh empat tokoh yang terkenal, yaitu: Abdullah bin Salam, Ka’ab al-Ahbar, Wahab ibnu Munabbih dan Abdul Malik bin Abdil Aziz bin Juraij. Sebagian besar ulama berpendapat bahwa periwayatan dari mereka tidak dapat dipercaya, dan harus ditinggalkan. (Az-Zahabiy, 1976, at-Tafsir wa al-Mufassiruun, I:183).
Ayat tersebut ditutup dengan firman-Nya: “inna Allaha ‘ala kulli syai’in qadir”. (sesungguhnya Allah Maha berkuasa atas segala sesuatu). Pernyataan tersebut sebagai ancaman terhadap orang-orang munafik, bahwa Allah berkuasa menghilangkan pendengaran dan penglihatan mereka jika berkehendak. Juga memberikan pengertian bahwa kehendak Allah amat erat kaitannya dengan kekuasaan-Nya.

Si Kuffaar sedang membunuh Islam dan ditolong oleh org Munafiq

1)). Tahukah tuan tuan ..... Jika ingin meredam dan menghancurkan suatu ajaran / agama, maka STRATEGI, hantam dan buruk-burukkan para penyerunya, para ulama, para pengajar dan ketua ketua agama......
Ingat tak tuan tuan, yg DAP sedikit masa lalu melekeh lekehkan syura Ulama dalam PAS ?
Tak perlu ada Ulama dan perhimpunan ulama, kata mereka ....tapi sedih ada segelintir Ummat bersetuju denggan kuffar yg anti Islam ini !
Itu namanya “pembunuhan karakter”, sebagaimana dahulu kaum kafirin musyrikin menggelari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam sebagai “penyihir dusta” [QS Shad/38: 4] atau “Penyair gila” [QS ash-Shaffat/ 37: 36] atau dukun [QS ath-Thur/ 52: 29. Berhasil??. Tentu tidak, karena Allah ta’ala telah menjaganya.
وَ عَجِبُوا أَن جَآء مِنْهُمْ وَ قَالَ اْلكَافِرُونَ هَذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ
Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (Rosul) dari kalangan mereka. Dan orang-orang kafir berkata, “Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta”. [QS Shadd/ 38: 4].
وَ يَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوا ءَالِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُونٍ
Dan mereka berkata, “Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami hanya karena seorang penyair gila?”. [QS ash-Shaffat/ 37: 36].
Berkata asy-Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iriy hafizhohullah, “Terdapat penjelasan apa yang diperbuat oleh kaum musyrikin kepada Rosulullah berupa tuduhan-tuduhan batil dan juga terdapat bantahan Allah ta’ala atasnya”. [1]
Ayat-ayat di atas menjelaskan akan sikap dan reaksi orang-orang kafir terhadap para penyeru kepada Allah ta’ala dari para Rosul Sholatullah wa salamuhu alaihim dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan sikap penolakan akan dakwah tersebut. Di antara bentuk penolakan mereka adalah dengan menjuluki Beliau dengan tuduhan-tuduhan palsu yaitu penyihir yang banyak berdusta, penyair gila atau dukun.
“Orang-orang zhalim dan musyrik telah menjuluki Nabi dan para sahabatnya dengan julukan yang jelek dan mengejeknya. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam telah dituduh penyihir, gila, dukun, pendusta dan lain-lain”. [2]
فَذَكِّرْ فَمَآ أَنتَ بِنَعْمَتِ رَبِّكَ بِكَاهِنٍ وَّ لَا مَجْنُونٍ أَمْ يَقُولُونَ شَاعِرٌ نَّتَرَبَّصُ بِهِ رَيْبَ اْلمـَنُونِ قُلْ تَرَبَّصُوا فَإِنِّى مَعَكُمْ مِّنَ اْلمـُتَرَبِّصِينَ
Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu disebabkan nikmat Rabbmu bukanlah seorang dukun dan bukan pula seorang gila. Bahkan mereka mengatakan, “Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya”. Katakanlah, “Tunggulah, maka Sesungguhnya akupun termasuk orang yang menunggu (pula) bersama kamu”. [QS ath-Thur/ 52: 29-31].
إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ وَ مَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ قَلِيلًا مَّا تُؤْمِنُونَ وَ لاَ بِقَوْلِ كَاهِنٍ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ اْلعَالَمِينَ
Sesungguhnya alqur’an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) rosul yang mulia. Dan alqur’an itu bukanlah perkataan seorang penyair, sedikit sekali kamu beriman kepadanya. Dan bukan pula perkataan dukun, sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Rabb semesta alam. [QS al-Haqqah/ 69: 40-43].
2)). Dan para pengikut Nabi-pun digelari sebagai “Orang-orang rendahan lagi hina” atau “pikirannya badui/ kampungan”. [QS Hud/ 11:27 dan QS asy-Syu’ara/ 26: 111].
فَقَالَ اْلمـَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن قَوْمِهِ مَا نَرَاكَ إِلَّا بَشَرًا مِّثْلَنَا وَ مَا نَرَاكَ اتَّبَعَكَ إِلَّا الَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِيَ الرَّأْيِ وَ مَا نَرَى لَكُمْ عَلَيْنَا مِن فَضْلٍ بَلْ نَظُنُّكُمْ كَاذِبِينَ
Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya, “Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami. Dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja. Dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta”. [QS Hud/ 11: 27].
Barkata asy-Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iriy hafizhohullah, “Orang-orang yang sombong itu suka merendahkan orang-orang yang berada dibawah mereka. Di dalam sebuah hadits disebutkan, “Sombong itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain”. [3]
قَالُوا أَنُؤْمِنُ لَكَ وَ اتَّبَعَكَ اْلأَرْذَلُونَ
Mereka berkata, “Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?”. [QS asy-Syu’ara/ 26: 111].
Ayat-ayat di atas dan semisalnya dengan jelas menerangkan sikap kaum kafirin terhadap para pengikut Rosul dengan bentuk merendahkan, menghina dan memperolok-olok mereka dengan berbagai cara. Di antaranya dengan menyebutkan mereka sebagai kalangan yang hina dan laksana orang badui yang lekas percaya dengan penjelasan Rosul mereka, tanpa bantahan dan sanggahan sedikitpun.
Begitupun kaum kafirin dari kalangan munafikin, gemar menghina dan mengejek kaum mukminin yang berada di atas manhaj Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. Sebab mereka selalu melihat sisi negatif kaum mukminin bukan dari pada sisi positifnya. Ketika ada dari kalangan mukminin yang bersedekah dengan jumlah yang cukup banyak mereka mencelanya dengan sebutan ‘ia pamer’ namun ketika ada dari kalangan mukminin yang bersedekah dengan jumlah yang sedikit mereka mencelanya dengan panggilan ‘ia kikir’. Mereka hanya berkomentar tetapi tidak pernah berbuat kebaikan.
اَلَّذِينَ يَلْمِزُونَ اْلمـُطَّوِّعِينَ مِنَ اْلمـُؤْمِنِينَ فِى الصَّدَقَاتِ وَ الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ سَخِرَ اللهُ مِنْهُمْ وَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
(Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan penuh kerelaan dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya. Maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka adzab yang pedih. [QS al-Baro’ah/ 9: 79].

وَ كَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوَّا شَيَاطِينَ اْلإِنْسِ وَ اْلجِنِّ يُوحِى بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضِ زُخْرُفَ اْلقَوْلِ غُرُورًا وَ لَوْ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَ مَا يَفْتَرُونَ وَ لِتَصْغَى إِلَيْهِ أَفْئِدَةُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالأَخِرَةِ وَ لِيَرْضَوْهُ وَ لِيَقْتَرِفُوا مَا هُمْ مُّقْتَرِفُونَ
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin. Sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Rabbmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya. Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (setan) kerjakan. [QS al-An’am/ 6: 112-113]
.
وَ إِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَؤُلَاءِ لَضَآلُّونَ
Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan, “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”. [QS al-Muthaffifin/ 83: 32].
لَقَدْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِى إِسْرَائِيلَ وَ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ رُسُلًا كُلَّمَا جَآءَهُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَى أَنفُسُهُمْ فَرِيقًا كَذَّبُوا وَ فَرِيقًا يَقْتُلُونَ
Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rosul-rosul. Namun setiap datang seorang Rosul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rosul-rosul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh. [QS al-Maidah/ 5: 70].
dalm page mereka, perkataan "Lebai, jubah, serban, Haji... dan sebagainya di tujukan kpd Para Ulama dan org2 mukmin yg istiqaamah menjayakan agama Islam ...
Bila mereka nak berpuas hati ?
Bila roh mereka tersekat sekat sedang keluar dari tenggorakan .... baru terasa nak kembali ....
hanya cuma berebut ke putrajaya, aqidah, silaturraheem, marwah para mukmin di lekehkan, manakala si kafir laknatullah dimuliakan .... mu tunggu lah masuk lubang qubur nanti .... baru mu sadar diri bagimana nak menjawab soalan qubur tika ditanya .."SIAPA SAUDARA MU, APA IKUTANMU, APA AGAMA MU, .....