Whatsap Saya

Jawatan Kosong Kerajaan & Swasta Terkini 2020

koleksi kitab

Wednesday, December 5, 2018

kenapa tidak boleh ucapkan hari natal

Berhubung Perayaan Hari Natal atau Tahun Baru Masehi yang sudah dekat. Tidak salah kiranya kita mula mengingatkan sesama Islam akan...

Apa yang dimaksudkan dengan TOLERANSI BERAGAMA.

Muslim : "Hi David. Bagaimana sambutan Hari Natalmu? "

David   :
 "Baik, kau tidak mengucapkan selamat natal padaku.?"

Muslim :
"Tidak, Agama kami menghargai toleransi antara agama, termasuk agamamu. Tapi urusan ini, agama saya melarangnya.!"

David :
"Tapi kenapa..? Bukankah hanya sekadar kata2..?

Muslim :
"Benar....
Saya menjadi orang Islam pun kerana hanya sekadar kata2, yaitu mengucapkan dua kalimah syahadat.

Saya halal menggauli isteri saya pun, kerana hanya sekadar kata2 yaitu akad nikah, dan....

Isteri saya yg halal saya gaulipun boleh kembali menjadi haram atau zina jika saya mengucapkan kata talak atau cerai, padahal hanya sekadar kata kata sahaja.

David :
"Tapi teman2 muslimku yang lain mengucapkannya padaku..?" .

Muslim :
 "Ooh...mungkin mereka belum faham dan mengerti.
 Ohya, bolehkah kau mengucapkan dua kalimah Syahadat David?! "

David :
"Oh tidak, saya tidak boleh.... Itu akan mengganggu Keimanan saya..!"

Muslim :
"Kenapa? Bukankah hanya kata2 toleransi saja? Ayo, ucapkanlah..!!"

David :
" Ok ok..sekarang, saya faham dan mengerti.."

Inilah yang menyebabkan BUYA HAMKA, memilih meninggalkan jabatan Dunia, sebagai Ketua MUI. ketika didesak pemerintah untuk mengucapkan ;

         "SELAMAT HARI NATAL"

Meskipun hanya berupa kata-kata demi keakraban.

Atau sekedar toleransi. namun disisi Allah, nilainya menunjukkan kerendahan AQIDAH.

Banyak umat Islam yang tidak faham, dan tidak mau mengerti akan konsep ilmu Agama, yang disisi lain, mereka faham akan ilmu2 umum. yang sifatnya tiada kekal, tidak ada gunanya, untuk keselamatan AKHIRAT nya yang Abadi nanti.

Bila Pengingatan ini ditularkan kepada umat Islam yang lain, bererti kita telah berda'wah.

Selamatkan Aqidah keluarga kita dan Saudara Muslim lainnya.

   "Lakum diinukum, waliyadiin" untukmu agamamu dan untukku agamaku.(QS. Alkafirun)

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Mesej