Whatsap Saya

Jawatan Kosong Kerajaan & Swasta Terkini 2020

koleksi kitab

Friday, November 27, 2015

Malapetaka - RUPANYA FORMULA ITU BERADA DI DALAM DIRI KITA SENDIRI !

Beberapa kisah keikhlasan dan ketulusan hati org dulu dulu
Kisah 1
Umar bin Abdul Aziz, ketika beliau sedang mengerjakan tugas negara malam hari di rumahnya, tiba-tiba anaknya mengetuk pintu kamar. Kemudian beliau membuka pintu dan lampu di kamar tersebut dimatikannya.
Si anak lalu bertanya, “Kenapa lampu engkau matikan , ya Abi ?” lalu beliau menjawab, “Karena minyak pada lampu ini milik negara, tidak layak kita membicarakan urusan keluarga dengan menggunakan harta negara”, begitulah Umar, sangat hati-hatinya karena mengharapkan hidupnya mendapat ridha dan berkah dari Allah swt.
Kisah 2.
Khalifah Umar bin Khathab dari Madinah ke Mekah. Di tengah jalan mereka berjumpa dengan seorang anak gembala yang tampak sibuk mengurus kambing-kambingnya. Seketika itu muncul keinginan Khalifah untuk menguji kejujuran si gembala. Kata Khalifah Umar, “Wahai gembala, juallah kepadaku seekor kambingmu.” “Aku hanya seorang budak, tidak berhak menjualnya,” jawab si gembala. “Katakan saja nanti kepada tuanmu, satu ekor kambingmu dimakan serigala,” lanjut Khalifah. Kemudian si gembala menjawab dengan sebuah pertanyaan, “Lalu, di mana Allah ?”
Khalifah Umar tertegun karena jawaban itu. Sambil meneteskan air mata ia pun berkata, “Kalimat `di mana Allah` itu telah memerdekakan kamu di dunia ini, semoga dengan kalimat ini pula akan memerdekakan kamu di akhirat kelak.” Kisah di atas merupakan gambaran pribadi yang jujur, menjalankan kewajiban dengan disiplin yang kuat, tidak akan melakukan kebohongan walau dijanjikan dengan keuntungan duniawi !
Kisah 3
Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Seorang laki-laki membeli sebidang tanah dari laki-laki lain. Laki-laki pembeli tanah itu menemukan bekas berisi emas di tanah tersebut.
Pembeli berkata kepada penjual, “Ambillah emasmu dariku. Aku hanya membeli tanah darimu dan tidak membeli emasmu.”Pemilik tanah sekaligus penjual menjawab, “Aku menjual tanah dengan apa yang ada padanya kepadamu.” Lalu keduanya berhakim kepada seorang laki-laki. Hakim tersebut bertanya, “Apakah kalian berdua mempunyai anak ?”
Salah satu menjawab, “Aku mempunyai anak laki-laki.” Yang lain menjawab, “Aku mempunyai anak perempuan.” Pengadil berkata, “Nikahkan anak laki-lakimu dengan anak perempuannya. Infakkan kepada keduanya dari harta itu dan bersedekahlah.”
Rayyan AsShafie likes this.
Comments
Ayob Hussin
Write a comment...

News Feed

Baru saya tahu dan sedar selama ini , kejadian malapetaka, kezaliman dari sang penguasa (pemerintah) ADALAH BERPUNCA DARI kesalahan Ummat (Kesalahan kita sendiri ) !
Kita meninggalkan Amar Makruuf Nahi Munkar yakni tidak menyuruh manusia mentaati perintah Allah serta tidak coba mencegah kemunkaran dan maksiat.
Kesalahan paling besar ialah meninggalkan belajar perdu agama ( Usuluddeen ), cabang cabang agama, hukum hakam ibadah serta penyucian diri dari sifat keji.
Gejala di atas lah penyebab utama datangnya bala bencana, kezaliman sang pemerintah, kelaparan, ketakutan dan sebagainya !
Umat tinggalkan amr makruuf nahi munkar, maka Allah balakan dengan didatangkan pemerintah yg zalim dan kejam !
Kita telah terlalu lama mencari bermacam formula, resolusi.. itu ini !
RUPANYA FORMULA ITU BERADA DI DALAM DIRI KITA SENDIRI !
Oleh itu , ubat kepada bencana yg selama ini kita hadapi ialah KEMBALI KEPADA AGAMA ( ALLAH DAN RASUL )
Mustahil semua malapetaka ini akan dapat dilunasi selagi kita tidak kembali kepada ajaran agama
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. 7:96)
Firman Allah s.w.t.yang bermsksud :
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menunjukkan kepadanya jalan keluar dari kesusahan, dan diberikanNya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka, dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, nescaya Allah mencukupkan keperluannya.”
Nah ! formula dari Alquran sudah ada !
Terserah kpd Umat untuk mempraktikkannya !

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Mesej