Whatsap Saya

Jawatan Kosong Kerajaan & Swasta Terkini 2020

koleksi kitab

Friday, July 8, 2016

Rakyat iraq menyesal, lebih baik kehidupan di era saddam

DI Irak, Saddam adalah sebuah simbol. Perkataan terakhirnya bahwa ia akan terus memerangi Amerika sampai akhir hayatnya telah memantik rakyat Irak. Dr. Chalabi mengatakan, “Ia bertanya kepada saya dengan sorot mata yang tajam, ‘Anda ingin dengan cara apa saya memerangi Amerika?’” Baik Chalabi ataupun Pachachi diam seribu bahasa, tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.

Setelah dialog singkat antara Saddam, Dr. Chalabi dan Dr. Pachachi, pemerintah AS mengobrak-abrik seluruh dokumen Saddam dan menemukan tujuh kelompok pengikut Saddam di Karkh dan enam kelompok lagi di Raousan. Saddam terus menyembunyikan nama-nama itu namun tentara AS menemukan juga siapa saja yang menjadi pengikut Saddam.

Semua kelompok pengikut Saddam pada akhirnya ditangkap oleh AS. Mereka kebanyakan berasal dari Partai Bath dan merupakan pimpinan dari jaringan Saddam. Yang terjadi selanjutnya adalah AS mengalihkan isyu pada Al Qaidah. Yang tidak diekspos media adalah kelompok ini tentu tidak tinggal diam. Mereka menyerang kedutaan besar Yordania, membunuh Serge De Mello dari PBB dan Muhammad Baqer al-Hakim, pemimpin Syiah di Irak yang juga banyak bekerja sama dengan CIA. Ini terjadi selama delapan bulan dan setelah itu berhenti. Selanjutnya, sebagian kelompok ini bergabung dengan Al Qaidah.

Tak ada yang membuat Dr. Chalabi miris, dan mungkin juga jutaaan rakyat Irak, ketika menerima kenyataan bahwa presiden mereka ditangkap oleh AS di depan hidung mereka, dan mereka pun menjadi bagian dari operasi penangkapan itu. “Saya menyesal. Sangat menyesal…” sedihnya.

Selama 35 tahun Saddam berkuasa, ia memang telah membawa Irak pada kondisi tidak nyaman, namun setelah Saddam tiadapun ternyata Irak mengalami kehancuran yang buruk sekali. Ketika Saddam berkuasa, menurut Chalabi, seharusnya Irak bisa menjelma menjadi negara paling tidak seperti Turki, jika tidak seperti negara-negara Eropa lainnya. Seketika, ketika Saddam tidak ada, Irak menjalankan program “oil-for-food”, karena kemudian kelaparan melanda seluruh Irak selama tujuh tahun belakangan ini.

*********
Ambillah pengajaran dari peristiwa ini.
Jangan kita terlalu bersemangat nak ganti  kerajaan, tapi lupa sejarah lama !
Sejarah lama sentiasa berulang.
Tak mustahil sejarah iraq akan berulang ?

Bertindak berdasarkan emosi biasanya mengundang penyesalan !

Org yg sentiasa beristikharah tak akan menyesal akan akibat yg dtg kemudian

-islampos

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Mesej