Whatsap Saya

Jawatan Kosong Kerajaan & Swasta Terkini 2020

koleksi kitab

Saturday, November 15, 2014

PADA ZAMAN APA KITA BERADA ?

PADA ZAMAN APA KITA BERADA?

Written By Suatu Perjalanan Maya on Sunday, October 27, 2013 | 11:32 PM


Sesungguhnya Allah mengatur alam ini dengan suatu pengaturan yang rapi dan tersusun. Penciptaan alam ini ada mulanya dan ada akhirnya dengan cara dan masa yang telah ditentukan-Nya.

Kita sebagai makhluk hendaknya menyEdari tentang hakikat ini, dengan merenung hikmah dan pengajaran disebaliknya agar dapat bertindak tepat sesuai dengan kehendak Allah.

Oleh kerana itu senantiasa ada peringatan dari Rasulullah SAW untuk umatnya agar menyadari di zaman apa dia berada dan bagaimana dia harus bertindak demi menyelamatkan Iman dan Islamnya.

Rasulullah SAW bersabda :

"Telah berlaku zaman kenabian keatas kamu, maka berlakulah zaman kenabian itu sebagaimana yang Allah kehendaki,

kemudian Allah mengangkat zaman itu. Kemudian berlakulah zaman khalifah yang berjalan sepertimana zaman kenabian.

Maka berlakulah zaman kenabian itu sebagaimana yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya.

Kemudian berlakulah zaman pemerintahan yang menggigit. Berlaku zaman itu seperti yang Allah kehendaki.

Kemudian Allah mengangkatnya juga, kemudian berlakulah zaman pemerintahan diktator (zaman penindasan dan penzaliman), dan berlakulah zaman itu sebagaimana yang Allah kehendaki.

Kemudian berlaku pula zaman khalifahyang berjalan diatas cara hidup zaman Kenabian"

[H.R. Imam Ahmad, Bazzar dan Attabrani dari Abu Huzaifah Al-Yamani]

Hadits diatas jelas menunjukkan bahwa Umat Rasulullah SAW akan menempuh 4 zaman secara bergilir-gilir sebelum dunia kiamat yakni :

  1. Zaman Kenabian (Nubuwwah) dan rahmat
  2. Zaman Khulafaurrasyidin dan rahmat
  3. Zaman fitnah (kerusakan) dan kegelapan
  4. Zaman Khalifah atau Ummah kedua yang berjalan diatas cara hidup zaaman kenabian yakni zaman pemerintahan Imam Mahdi dan Nabi Isa.


1. Zaman Nubuwwah (Kenabian) dan Zaman Khulafaurrasyidin atau lebih dikenal dengan Zmaan Ummah Pertama

Iman umat Islam ketika itu sangat kukuh. Menyebut nama Allah saja mampu menggetarkan hati mereka. Cinta dan takutnya kepada Allah tergambar pada setiap perkataan dan perbuatan mereka.

Secara umum ciri-ciri zaman ummah pertama ini dapat diketahui
sebagai berikut :

  1. Ibadah mereka sangat banyak. Sholat, puasa, zikir dan wirid susah ditandingi banyak dan khusyuknya.
  2. Ukhuwah dan kasih sayang sangat padu, setiap orang mencintai saudaranya seperti mencintai saudara sendiri.
  3. Jihad dan mati syahid menjadi idaman dan cita-cita. Mereka akan sangat merasa dukacita jika tidak diizinkan untuk pergi ke medan jihad.
  4. Akhlak menjadi perhiasan diri, mereka mampu berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepada mereka.
  5. Masyarakat dan negara Islam dapat dibangun sehingga layak digelar sebagai negara yang aman makmur dan mendapat keampunan Allah.
  6. Tamaddun dan pembangunan rohani mencapai zaman puncaknya.
  7. Islam berhasil menaklukkan dua imperium besar dunia yang sedang berkuasa saat itu (kerajaan Romawi dan Persia) untuk kemudian memayungi ¾ dunia.



2. Zaman Fitnah atau Zaman Kerosakan

Zaman ini merupakan zaman kerusakan dan kegelapan. Pada zaman ini umat Islam jatuh kedalam jurang kehinaan yang berkepanjangan, yang merupakan akibat dari kelalaian dan angkara murka yang terjadi di dunia Islam, sehingga Allah biarkan
merka.

Hal ini sesuai dengan janji Allah bahwa Allah hanya akan menjadi pembelakepada orang-orang bertaqwa.

Ciri-ciri zaman fitnah ini adalah :

  1. Negara Islam satu persatu mulai jatuh dan dijajah oleh orang kafir.
  2. Akidah umat Islam pada saat itu sangat rapuh, ada diantaranya Islam di waktu pagi dan kafir di waktu petang
  3. Ibadah sangat lemah, shalat, puasa dan membaca Al-Qur'an tidak lagi diamalkan secara bersungguh-sungguh atau bahkan diamalkan sama sekali.
  4. Ukhuwah sesama Islam sangat lemah sehingga terjadi peperangan dan pembunuhan sesama umat Islam.
  5. Orang kaya sangat bakhil dan pelit, manakala orang miskin tidak sabar dan hasad dengki.
  6. Penyakit cinta dunia dan takut mati sangat tebal dan mewabah dalam hati umat Islam.
  7. Kriminalitas dan kemunkaran yang terjadi dalam masyarakat Islam hampir tidak ada bedanya dengan apa yang terjadi di kalangan masyarakat yang bukan Islam.

  8. Akhlak umat Islam sangat lemah dengan berleluasanya hasad dengki, umpat mengumpat, tuduh menuduh, caci-mencaci dan saling mengkafirkan sesama umat Islam.

  9. Wanita-wanita Islam telah dicabut rasa malunya dengan bertingkah laku tidak senonoh, menampakkan aurat di depan umum, menari dan menyanyi tanpa menjaga maruah diri.
  10. Umat Islam terhina di seluruh aspek kehidupan. Politik, ekonomi, pendidikan, pengobatan, pertanian, dan lain-lain, sehingga umat Islam terpaksa bergantungpada sistem kufur dan isme buatan manusia.
  11. Sedikit demi sedikit cara hidup umat Islam telah mengikuti cara hidup orang-orang Yahudi dan Nasrani.
  12. Terjadi gejala-gejala buruk dan keji di tengah-tengah masyarakat Islam seperti narkoba( dadah) , homoseks, lesbian, dan lain-lain
Namun kemunkaran yang sedang terjadi di zaman fitnah ini tidak melemahkan keyakinan dan semangat perjuangan segolongan manusoa yang tetap pendiriannya.

Mereka bukan saja mampu mempertahankan identitas Islam di kalangan mereka, bahkan mereka gigih berjuang untuk memperbaiki masyarakat.

Inilah golongan-golongan yang lemah tetapi mempunyai keimanan dan keyakinan yang kuat dan kukuh serta perjuangan yang padu.


Rasulullah SAW bersabda :

"Senantiasa ada di kalangan umatku satu thoifah yang akan menzahirkan kebenaran dan tidak dapat dibinasakan oleh orang-orang yang tidak suka disisi mereka sampailahhari kiamat"

Namun untuk menghidupkan suasana Islam di tengah-tengah kerusakan dan kegelapan zaman zaman fitnah ini bukanlah suatu kerja yang mudah.

Thoifah-thoifah islamiyah ini senantiasa diuji dan ditentang dengan berbagai macam fitnah dan ancaman.

Tepat sekali sabda Rasulullah yang mengatakan bahwa Islam akan kembali asing.

Namun walaupun begitu, Islam akan kembali kuat dan memusnahkan segala bentuk kekkufuran sebagaimana Rasulullah dulu berhasil melakukannya yaitu dengan jalan berdakwah dan mendidik hati manusia.

Inilah langkah-langkah awal menuju zaman Imam Mahdi dan Nabi Isa yang merupakan peringkat zaman keempat atau yang terakhir yang akan dialami umat Islam sebelum hari kiamat, setelah sekian lama umat Islam mengalami zaman fitnah.


3. Zaman Khalifah atau Zaman Ummah Kedua yakni Pemerintahan Imam Mahdi dan Nabi Isa

Di zaman ini Islam akan kembali lagi ke zaman kegemilangan dan keemasannya seperti di zaman Rasulullah dan Khulafaurrasyidin. Islam dapat menguasai dunia dan kembali menjadi penguasa sejagat.


Rasulullah SAW bersabda :

"Sebelum hari kiamat datang pastilah Islam itu bangun kembali walaupun antara mulanya Islam bangun dan mulanya kiamat hanya sekedar masa memerah susu.

Zaman ini berlaku selama 40 tahun dan barulah dunia ini akan dibinasakan (kiamat) oleh Allah"

Kebangkitan Islam zaman ini akan sampai kepada puncaknya apabila berpadunya ketinggian kerohanian umat Islam dengan kecanggihan teknologi di bawah dua pemimpin besar umat Islam yaitu Imam Mahdi dan Nabi Isa.

Ciri-ciri zaman ini :

  1. Islam dapat mencapai keagungannya kembali seperti yang telah dicapai oleh Rasulullah SAW 14 abad yang lalu.
  2. Dunia seluruhnya akan kembali aman dan damai, keadilan akan kembali ditengakkan setelah sekian lama dipenuhi dengan huru-hara dan kezaliman.
  3. Hati orang-orang miskin dan kaya dipenuhi dengan sifat redha dan kanaah sehingga tidak seorangpun yang mau menerima sedekah.
  4. Harta-harta yaang melimpah ruah akan dibagi-bagikan dengan adil dan merata.
  5. Umat Islam hidup dengan penuh kasih sayang dan cinta-mencintai satu sama lain.
  6. Aqidah, ibadah dan seluruh aspek kehidupan masyarakat Islam berjalan sepenuhnya di atas landasan syari'at Nabi Muhammad SAW.
  7. Segala fitnah dan maksiat, riba, zina minuman keras dan lain-lain kekufuran berhasil diperangi dan dimusnahkan.
http://www.suatuperjalananmaya.com/2013/10/pada-zaman-apa-kita-berada.html

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Mesej